Golongan Darah Ternyata dapat Pengaruhi Tingkat Gejala Covid-19, Kok Bisa>

Kesehatan —Jumat, 15 Jan 2021 20:29
    Bagikan:  
Golongan Darah Ternyata dapat Pengaruhi Tingkat Gejala Covid-19, Kok Bisa>
Ilustrasi Golongan darah

POSKOTAJABAR, BANDUNG


Fakta menarik dari Covid-19. Ternyata para peneliti telah menyatakan bahwa tingkat keparahan seseorang ketika terinfeksi virus corona baru dan mengidap penyakit Covid-19 bisa ditentukan oleh golongan darah.

Hal ini dikutip dari Express UK, Jumat (15/1) studi dari New England Journal of Medicine menyelidiki hubungan genomewide Covid-19 parah dengan kegagalan pernapasan.

BACA JUGA:  PT KAI Pastikan Ambruknya Jembatan di Brebes Tak Pengaruhi Perjalanan Kereta

Studi itu mencatat ada varian yang cukup besar dalam perilaku penyakit di antara pasien yang terinfeksi sindrom pernapasan akut parah SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Analisis asosiasi genomewide memungkinkan untuk identifikasi faktor genetik potensial yang terlibat dalam pengembangan keparahan penyakit pandemi tersebut.

Dalam studi lain yang diterbitkan di National Library of Medicine National Institutes of Health, para ilmuwan menyelidiki hubungan antara golongan darah dan infeksi Covid-19.

Studi ini mencatat bahwa bukti terbaru menunjukkan golongan darah memang dapat memengaruhi faktor risiko Covid-19 yang parah.

Hasil studi menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A, B, atau AB lebih mungkin terinfeksi Covid-19 dibandingkan dengan kelompok orang dari golongan darah O.

Jacques Le Pendu, direktur penelitian di Inserm – badan penelitian medis di Prancis – mengatakan ada dua teori tentang hubungan antara golongan darah dengan virus corona baru.

BACA JUGA:  Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf Wafat di RS Purwakarta

Salah satunya adalh bahwa orang dengan tipe O kurang berisiko mengalami masalah koagulasi dan pembekuan diketahui memiliki pengaruh yang cukup besar pada tingkat keparahan penyakit.

Dia mengatakan itu juga bisa karena kemungkinan patogen akan membawa antigen golongan darah orang yang terinfeksi.

Dengan demikian, antibodi yang dihasilkan oleh orang dengan golongan darah O mungkin menonaktifkan virus saat ditularkan dari orang dengan golongan darah A.

“Namuun, mekanisme perlindungan ini tidak akan bekerja di semua situasi. Misalnya orang bergolongan darah O dapat menginfeksi orang bergolongan darah O lainnya,” katanya.

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait