Raffi Ahmad Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Terkait Menghadiri Pesta yang Melanggar Protokol Kesehatan

Jawa Barat —Jumat, 15 Jan 2021 20:31
    Bagikan:  
Raffi Ahmad Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Terkait Menghadiri Pesta yang Melanggar Protokol Kesehatan
Ketua Infokom DPP Pekat Indonesia Bersatu, Lisman Hasibuan, melaporkan Raffi Ahmad ke Polda Metro Jaya. (Ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.

Artis dan presenter Raffi Ahmad dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, imbas dari dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) saat menghadiri pesta ulang tahun rekannya. Padahal, Raffi pada Rabu (13/1/2021), baru saja mendapat suntikan vaksin Covid-19 bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dinilai membuat kegaduhan, Raffi Ahmad kemudian dilaporkan Ketua Infokom DPP Pekat Indonesia Bersatu, Lisman Hasibuan, Jumat (15/01/2021).

Dikatakan, laporan ini dilakukan sebagai bentuk panggilan rakyat di mana seorang publik figur Raffi Ahmad membuat kegaduhan setelah hadir bersama beberapa pejabat untuk membuat kerumunan.

"Publik sudah tahu semua Raffi Ahmad membuat kegaduhan saat ini, bahwa dia hadir bersama beberapa pejabat lainnya untuk berkerumun dan itu sangat kita sesalkan. Makanya teman-teman daerah mendesak untuk mengambil dua opsi," kata Lisman di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/01/2021).

BACA JUGA:  Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf Wafat di RS Purwakarta

Dikatakan, opsi pertama pihaknya melaporkan ke SPKT Polda Metro Jaya dan sudah menyiapkan barang buktinya.

"Kedua saya akan laporkan juga ke Kapolda Metro Jaya untuk segera memanggil dan memproses Raffi Ahmad bila perlu segera ditersangkakan," tambahnya.

Menurutnya, Raffi merupakan seorang influencer mewakili generasi milenial untuk divaksin bersama presiden. Namun, beberapa jam setelah disuntik vaksin, Raffi justru melakukan pesta yang dipercaya melanggar protokol kesehatan Covid-19. Raffi juga merupakan publik figur yang dipercaya dalam penanganan sosialisasi Covid-19, sehingga sangat disayangkan.

"Dia kan seorang influencer bersama presiden lagi, tapi habis itu dia melakukan pesta-pesta yang sebenarnya nggak boleh. Apalagi, dia publik figur yang dipercaya dalam penanganan sosialisasi Covid-19. Saat ini sedang PSBB dan covid tinggi," ujarnya.

Meski Raffi Ahmad sudah meminta maaf, sambung Lusman, proses hukum harus tetap jalan, karena permintaan maaf itu membenarkan melakukan kesalahan.

"Jangan rakyat kecil saja yang diproses. Mudah-mudahan adil, publik figur seperti Raffi Ahmad segera dipanggil bila perlu menjadi tersangka," katanya.

Lisman menuturkan, laporan mereka diharapkan bisa diterima SPK Polda Metro Jaya, kemudian memanggil semua yang terlibat dalam acara tersebut termasuk penyelenggara acara yang berlangsung di dalam cafe tersebut.

"Laporan kami ada semua yang ada disitu, wajib dipanggil termasuk penyelenggara acaranya juga. Cafe tersebut bila perlu ditutup. Mau artis apapun semua harus dipanggil yang ada di situ, tidak boleh ada pandang bulu semua diproses. Nanti kepolisian yang punya tanggung jawab menyelidiki itu. Kita sebagai kontrol sosial mendesak kepolisian," tegasnya.

BACA JUGA:  Kolaborasi Medsos dan Media Mainstream Hasilkan Indisipliner Prokes Raffi Ahmad

Pihaknya, sambung Lisman, sebenarnya sudah berencana melakukan aksi demonstrasi. Namun, karena waktu yang mendesak jadinya hanya melaporkan ke Polda Metro Jaya untuk memberikan tindakan tegas memanggil Raffi Ahmad.

Jika ini tidak mendapat tindakan dari pihak kepolisian, jelas Lisman, ia yakin publik figur yang melanggar protokol kesehatan cukup meminta maaf jika mendapat teguran. Disisi lain masyarakat biasa mendapat sanksi hukuman.

"Dia memang sudah ditegur (Istana), kalau begitu tiap orang buat kesalahan ditegur terus buat minta maaf lalu efeknya di mana. Kan kasian yang lain dihukum. Ini menjadi pembelajaran dan ini jadi tantangan Polda Metro Jaya," tuturnya. (ilham/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan: