Seorang Wanita Meninggal Dunia Saat Mengantre Bantuan Sosial Tunai

Jawa Barat —Jumat, 15 Jan 2021 20:56
    Bagikan:  
Seorang Wanita Meninggal Dunia Saat Mengantre Bantuan Sosial Tunai
Ngati (tergeketak) meninggal saat mengantre BST diduga karena sakit jantung. (ist)

POSKOTAJABAR, TANGERANG. 

Seorang wanita paruh baya, Ngati (58), warga jalan Rawa Salak, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang meninggal dunia, saat mengantre bantuan sosial tunai (BST). Diduga ia terkena serangan penyakit jantung.

Camat Ciledug, Syarifudinn mengatakan saat datang ke lokasi tidak terlihat kalau almarhum mengidap penyakit atau sedang sakit.

"Kalau kita lihat dari datangnya, beliau masih fit karena ada saya juga di lokasi mau ada kunjungan Pak Dandim imtil meninjau pelaksanaan BST. Tapi sekitar 15 menit sebelum datang, ibu itu sudah jatuh dari bangku ke lantai saat mau pengambilan uang," ujar Syarifudin saat dihubungi Poskota, Jumat (15/1/2021).

BACA JUGA:  Raffi Ahmad Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Terkait Menghadiri Pesta yang Melanggar Protokol Kesehatan

Syarifudin mengatakan, almarhum didampingi anaknya saat datang ke lokasi pembagian BTS yang berada di SMP 3 Tangerang, Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (14/1/2021). Namun, lantaran tidak bisa diwakili saat pengambilan BST, anak almarhum menunggu di sekitar lokasi pembagian.

"Ada yang dampingi. Tapi kalau pengambilan BST melalui PT Pos kan harus sendiri, enggak bisa diwakili. Kan nanti difoto pegang KK dan KTP. Nah, pas mau difoto langsung jatuh dari bangku," katanya.

Melihat Ngati terjatuh, Syarifudin langsung mengangkat dan membawanya ke Puskesmas yang letaknya sekitar 50 meter dari lokasi pembagian BST.

"Saya dan teman-teman dari kelurahan dan karang Taruna langsung membawa ke puskesmas. Beliau meninggalnya di ICU Puskesmas saat lagi ditangani dokter Ahmad dan tim," katanya.

BACA JUGA:  Sebanyak 24 Keluarga PNS dan Non PNS Setwan Provinsi Jabar Terkonfirmasi Covid-19

Terkait BST selanjutnya, Syarifudin mengaku belum bisa menyimpulkan akan diwariskan kepada anak almarhum atau tidak. Hal tersebut lantaran harus dilakukan pengecekan lagi oleh petugas.

"Kita lihat datanya, kalau masih keluar mungkin anaknya yang mewakili. Tapi kalau dari datanya di KK mereka kan tinggal berdua, kalau penghasilannya cukup ya enggak, tapi kalau enggak cukup ya turun ke bawah," jelasnya. (toga/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait