Empat Venue PON XX/2021 Siap Diserahterimakan ke Pemda Papua

Olah Raga —Minggu, 17 Jan 2021 17:05
    Bagikan:  
Empat Venue PON XX/2021 Siap Diserahterimakan ke Pemda Papua
Venue Aquatiq untuk PON XX/2021 Papua sudah selesai pembangunannya. (ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menyelesaikan pembangunan empat dari tujuh venue, untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021.  Keempat venue yang sudah selesai 100% dan siap diserahterimakan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Papua yakni Venue Area Aquatic, Venue Istora Papua Bangkit, Venue Arena Cricket, dan Hockey Indoor & Outdoor yang merupakan amanat dari Inpres No.10/2017.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, penyelesaian pembangunan venue olahraga PON XX dilaksanakan dengan cermat, mulai dari tahap desain, pembangunan, dan pengawasannya dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan yang melibatkan pengawasan dari Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2).

"Diharapkan, selesainya venue PON tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan warga Papua. Namun, juga menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Hal ini juga diharapkan dapat mendorong para anak muda, khususnya atlet-atlet Papua lebih semangat dan berprestasi menjadi juara, baik di kancah nasional maupun internasional," kata Menteri Basuki, Minggu (17/01/2021).

BACA JUGA:  DPKP3 Kota Bandung Akan Merevitalisasi dan Membangun Sejumlah Taman pada Tahun 2021

Venue Aquatic ini dilengkapi fasilitas pool berstandar internasional. Venue yang dibangun dengan biaya APBN (MYC) tahun 2018-2020 sebesar Rp. 401 miliar telah memperoleh sertifikasi atau pengakuan dunia dari Federation Internationale de Natation (FINA) atau organisasi induk federasi olahraga renang internasional pada pada 27 Juli 2020.  

Pada 17 Agustus 2020 lalu, bertepatan dengan HUT ke-75 RI, Istora Papua Bangkit yang dibangun dengan dana sebesar Rp. 257,5 miliar berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk tiga kategori sekaligus.

Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya, Iwan Suprijanto, menjelaskan, ketiga kategori tersebut yaitu pertama, untuk struktur atap baja lengkung bentang terpanjang dengan dimensi 90 meter. Kedua, atap tanpa sambungan dan baut mengerucut terluas berbentuk dome seluas 7.300 meter persegi. Ketiga, instalasi terpanjang dan diameter terbesar textile duct dengan dimensi ring internal 477 meter, diameter cincin luar sepanjang 70 meter dan diameter cincin dalam sepanjang 56 meter.

Venue selanjutnya yang telah rampung yakni Arena Cricket dan Hockey Indoor & Outdoor yang dibangun dengan anggaran Rp. 277 miliar. Arena Hockey Outdoor telah mengantongi sertifikasi dari Federation Internationale de Hockey atau Federasi Hoki Internasional (FIH). 

Tiga venue lain yang masih dalam tahap pembangunan yakni Venue Dayung, Panahan, dan Sepatu Roda dengan progres 63,93%. Pembangunan venue ini dilakukan dengan anggaran Rp. 116,5 miliar. 

BACA JUGA:  Lionel Messi Dihadapkan pada Tiga Skenario Pilihan Masa Depan

Keempat venue yang telah rampubg saat ini sudah memasuki masa pemeliharaan dan siap diserahterimakan kepada Pemerintah Provinsi Papua. Sebelum proses serah terima aset, Kementerian PUPR telah meminta BPKP untuk melakukan audit guna memberikan nilai wajar dan terkoreksi atas aset-aset tersebut serta memberikan rekomendasi kepada calon penerima manfaat untuk mempersiapkan pengelolaan dan penganggaran pemeliharaannya.

Sesuai amanat Inpres No. 1/2020, kemudian Kementerian PUPR juga melakukan Penataan Kawasan Kampung Harapan senilai Rp. 134,7 miliar sebagai area Pendukung Venue Istora dan Akuatik yang pelaksanaannya baru dimulai pada akhir Januari 2020 dengan progres pembangunan fisik 58,94%. Selain itu, penataan Kawasan Doyo Baru senilai Rp. 64,9 miliar sebagai area pendukung Arena Cricket, hoki Outdoor & Indoor yang pelaksanaannya dimulai pada akhir Desember 2019 dimana saat ini progres fisik mencapai 78,3%. (rizal/ys)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait