Kapal Survey China Menyusup ke Perairan Indonesia Harus Menjadi Peringatan Pertahanan Negara

Jawa Barat —Minggu, 17 Jan 2021 18:19
    Bagikan:  
Kapal Survey China Menyusup ke Perairan Indonesia Harus Menjadi Peringatan Pertahanan Negara
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti peringatkan Menteri Pertahanan soal menyusupnya kapal survey China. (industry.co.id)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan, kapal survei China yang diduga menyusup di perairan Indonesia harus menjadi warning  (peringatan) bagi pertahanan negara dalam menghadapi ancaman dari luar negeri di kawasan laut. Meski kapal tersebut berhasil dihalau keluar kawasan Indonesia di Selat Sunda.

"Masuknya kapal survei China ke Perairan Indonesia di Selat Sunda harus menjadi concern Kementerian Pertahanan. Masuknya kapal tersebut tanpa terdeteksi adalah warning bagi pertahanan kita," kata LaNyalla, Minggu (17/01/2021).

BACA JUGA:  Shin Tae-yong dan Bima Sakti Menerima Keputusan AFC Membatalkan Piala AFC U-19 dan U-16

LaNyalla menegaskan, hal tersebut amat penting untuk diperhatikan lantaran berkaitan dengan kedaulatan Indonesia.

"Sekali lagi kita mengingatkan kepada Kementerian Pertahanan karena ini sangat penting untuk diperhatikan karena menyangkut teritori dan kedaulatan negara," tegas LaNyalla.

LaNyalla berharap, pemerintah segera membenahi sistem keamanan laut Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia seharusnya memiliki armada laut yang kuat untuk memantau seluruh areal perairannya.

Seperti diketahui, Badan Keamanan Laut (Bakamla) berhasil mengintersep kapal survei China, Xiang Yang Hong 03, yang terbukti mematikan Automatic Identification System (AIS) ketika melintasi perairan Selat Sunda pada Rabu (13/01/2021) malam.

BACA JUGA:  Pohon Besar Roboh dan Pondok Pesantren Ambruk di Kabupaten Cianjur

Intersep kapal China ini, bermula ketika Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla mendeteksi Xiang Yang Hong 03 tengah berlayar di perairan Selat Sunda. Saat itu, kapal terdeteksi tengah melaju dengan kecepatan 10,9 knot dan haluan ke barat daya. Berdasarkan pantauan, kapal tersebut telah mematikan AIS sebanyak tiga kali selama melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia–I (ALKI-I). (rizal/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait