Bambang Soesatyo Menyampaikan Rasa Prihatin yang Mendalam atas Terjadinya Bencana Alam di Tanah Air

Jawa Barat —Senin, 18 Jan 2021 08:42
    Bagikan:  
Bambang Soesatyo Menyampaikan Rasa Prihatin yang Mendalam atas Terjadinya Bencana Alam di Tanah Air
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas bencana yang terjadi di tanah air. (ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas sejumlah musibah bencana alam di tanah air,  yang menyebabkan timbulnya korban jiwa dan kerugian materiel. Pemerintah serta seluruh elemen masyarakat diharapkan bahu membahu membantu para korban serta mengatasi bencana yang terjadi, secara bersama.

"Tahun 2021 baru memasuki pertengahan bulan Januari, namun sudah banyak terjadi bencana alam di Indonesia. Untuk itu, saya mengimbau agar kita semua tetap waspada. BNPB mencatat, ada 136 bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang periode 1-16 Januari 2021. Dari 136 bencana alam itu, sudah merenggut setidaknya 80 korban jiwa dan 858 orang luka-luka," ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (17/1/2021). 

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan bencana alam terbanyak yang terjadi adalah banjir sebanyak 95 kejadian, tanah longsor 25 kejadian, puting beliung 12 kejadian, gempa bumi 2 kejadian, dan gelombang pasang 2 kejadian. Akibat ratusan bencana alam itu, sebanyak 405.584 orang terdampak dan mengungsi.

BACA JUGA:  Enam Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir di Manado

"Belum lagi dua bencana besar berupa banjir di Kalimantan Selatan yang mengakibatkan setidaknya 5 orang meninggal dan 112 ribu orang mengungsi. Juga gempa berkekuatan 6,2 M mengguncang Sulawesi Barat yang menyebabkan 56 orang meninggal dunia dan 637 orang luka-luka," kata Bamsoet.

Karenanya, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini meminta Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan proses evakuasi yang aman bagi warga yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Kemensos dan BNPB juga diminta menyiapkan tempat penampungan bagi warga, bantuan-bantuan yang dibutuhkan para korban bencana seperti tenda, selimut, obat-obatan, dapur umu, dan MCK.

"Kemudian, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan harus segera membangun posko kesehatan serta menyediakan tenaga medis yang mumpuni dalam menangani korban, baik korban banjir maupun korban gempa. Sehingga, warga yang sakit maupun yang terluka dapat segera tertangani dengan baik," tegas Bamsoet.

BACA JUGA:  Pemerintah Akan Memberikan Bantuan untuk Perbaikan Rumah bagi Korban Gempa Sulbar

Tak hanya itu, lanjut Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini, Kemensos juga harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan operasi tanggap darurat terkait penanganan gempa maupun banjir. 

"Saya juga meminta BNPB, BPBD, dan TAGANA untuk dapat mengoptimalkan jumlah petugas dan relawan yang disebar ke daerah-daerah terdampak banjir maupun gempa, agar pelaksanaan penyelamatan serta pemberian bantuan kepada korban dapat dilaksanakan secara paripurna," tutur Bamsoet. (rizal/ys)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait