Pemasaran Makanan Produksi Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu Tembus DKI Jakarta dan Bandung

Gaya Hidup —Senin, 18 Jan 2021 09:16
    Bagikan:  
Pemasaran Makanan Produksi Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu Tembus DKI Jakarta dan Bandung
Beberapa anggota Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu saat memproduksi makanan ringan di Home Industri (foto: dry)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN

Ditengah pandemi Covid-19 sebagian besar pabrik atau perusahaan besar banyak yang mengalami kerugian hingga berdampak pada pemecatan karyawan. Akibatnya banyak warga masyarakat yang menganggur dan  tidak mempunyai penghasilan.

Menyikapi hal tersebut, Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu  Dusun Cihideung RtT01/06 Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menciptakan lapangan kerja dengan menggandeng warga untuk gabung di home industri.

Ketua Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu, Tahmo mengatakan, home Industri didirikan sejak tahun 2013 dengan tujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dengan Sumber Daya Manusiai(SDM) yang ada.

"Home industri ini awalnya bergerak di bidang pertanian, ketika sudah berjalan kami kembali kembangkan untuk memproduksi makanan ringan," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Senin (18/01/2021).



BACA JUGA : Modus Tanyakan Alamat, Tiga Orang Perampok Berhasil Rampas Perhiasan Warga

 

Menurut dia, home industri sendiri memproduksi berbagai aneka makanan ringan diantaranya, Saroja Original, Saroja Pedas, Goreng Kacang Kering, Musdalifah, Keripik Pisang Kepok, dan ada juga Keripik Bayam Brazil.

"Dan perlu diketahui makanan ringan yang diproduksi di Home Industri selalu kita utamakan higienisnya," katanya.

Untuk pemasaran sendiri, Tahmo mengaku, tidak merasa kesulitan karena bisa menjual di sekitaran Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang.




"Bahkan, pemasaran makanan ringan kita sampai keluar kota Pangandaran seperti Bandung dan DKI Jakarta," terang Tahmo.

Saat ini, sambung dia, Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu yang bergerak di bidang home industri beru enam orang.

"Makanan ringan yang diproduksi merupakan hasil karya inisiatif anggota yang berada di Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu," ucapnya.




Tahmo menyebutkan, untuk harga makanan ringan tergolong variatif, kemasan kecil dibandrol seharga Rp 7 ribu, sedangkan kemasan besar harganya Rp 15 ribu.

"Kendati demikian, jika ada pesanan banyak dari konsumen maka harga bisa nego," jelas Tahmo.


BACA JUGA :Jamu Anti Corona Buatan Eni Banyak Peminat di Masa Pandemi Covid-19

 

Tahmo berharap, dengan adanya home industri milik Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu ini bisa membantu pekerja dalam mencari rejeki untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.


"Apalagi saat ini ditengah pandemi Covid banyak pabrik yang merumahkan karyawannnya dan banyak orang yang menganggur, semoha home industri ini dapat membantu warga yang menganggur untuk dapat pekerjaan" pungkasnya. (dry)





Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait