BRPK dari MK Terbit Hari ini, KPU Pangandaran Persiapkan Diri

Jawa Barat —Senin, 18 Jan 2021 13:24
    Bagikan:  
BRPK dari MK Terbit Hari ini, KPU Pangandaran Persiapkan Diri
Ketua KPU Pangandaran Muhtadin (foto: dry)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran menanti terbitnya Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai kepastian diterima atau tidaknya gugatan dari kubu Paslon 02 Aman.

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin mengatakan, rencanannya BRPK ini akan terbit  hari Senin ini.

"Hari ini akan menentukan apakah masuk atau tidak gugatan dari kubu Aman, kalau kita sih sudah mempersiapkan semuanya, kalau gugatan ini masuk," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Senin (18/01/2021) pagi.




Muhtadin menegaskan, untuk jawaban-jawaban pada acara di MK juga sudah disiapkan, sesuai dengan dalil dari pemohon, dalam hal ini paslon nomor urut 2.

"Kami sebagai termohon siap menjawab semua dalil yang dibawa ke MK, termasuk alat bukti yang diperlukan," tegasnya.

Dalam petitum atau permohonan Paslon Aman ke MK, kata dia, mereka menginginkan Pungut hitung Pilkada 2020 Kabupaten Pangandaran diulang kembali.

"Mereka (Aman,red) menginginkan pemungutan ulang di semua TPS," sebutnya.





Menurut Muhtadin, proses sidang di MK membutuhkan waktu kurang lebih 45 hari dan gugatan ini jadi disidangkan, maka penetapan bupati dan calon bupati terpilih akan digeser.

"Termasuk untuk pelantikan, akan mundur ke bulan Maret atau April, karena masa sidangnya 45 hari," tuturnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Kabupaten Pangandaran Maskuri Sudrajat mengatakan bahwa dirinya juga sudah membaca isi gugatan paslon Aman, pihaknya sudah mempersiapkan jawaban di sidang MK nanti.

"Terutama soal PSU (kotak suara tidak terkunci,red) yang di Sukamaju itu, kan tidak berdampak dari sisi hasil," kilahnya.





Kemudian, kata dia, soal kelebihan surat suara yang dipermasalahkan dan ternyata di setiap TPS berbeda-beda, ada yang lebih dan ada yang kurang.

"Jadi itu murni human error," aku Maskuri 

Sambung dia, yang dipermasalahkan berikutnya adalah perlakuan di TPS 01 Desa Pananjung Pangandaran.

"Intinya kami sudah siapkan jawaban-jawaban atas itu," pungkasnya. (dry)






Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait