Gunung Merapi Meletus Muntahkan Awan Panas, Menyusul Sebelumnya Gunung Semeru

Jawa Barat —Senin, 18 Jan 2021 14:29
    Bagikan:  
Gunung Merapi Meletus Muntahkan Awan Panas, Menyusul Sebelumnya Gunung Semeru
Situasi saat Gunung Merapi meletus. (ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan DI Yogyakarta juga meletus dengan memuntahkan awan panas, Senin (18/1/2021) pagi pukul 05.43 WIB. Sebelumnya, gunung yang meletus adalah Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan terjadi aktivitas Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur kurang lebih 1.000 meter ke arah Barat Daya (K Krasak) pada Senin (18/1/2021) pukul 05.43 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Raditya Jati, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/1/2021), mengatakan, awan panas guguran tercatat dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 112 detik melalui pengamatan seismogram.

BACA JUGA:  Hari Kesepuluh Longsor Sumedang, Dua Korban Ditemukan, Jumlah Korban Meninggal Jadi 34 Orang

"Pengamatan visual sementara, teramati tinggi kolom 50 meter di atas puncak serta arah angin bertiup ke Tenggara," jelas Raditya.

Selain itu, teramati enam kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 600 meter ke arah barat daya. Masyarakat diminta agar selalu mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Merapi. Selanjutnya, radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

Seperti diketahui, sebelumnya Gunung Semeru meletus lagi dengan mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur lebih 4,5 kilometer, Sabtu (16/1/2021) sore pukul 17.24 WIB. 

BACA JUGA:  Korban Jiwa Akibat Gempa 6,2 Magnitudo di Sulawesi Barat Menjadi 81 Orang

Laporan pengamatan visual, terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar. Sedangkan untuk hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin. (johara/ys)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait