Rapat Exco PSSI Sebaiknya Fokus Menentukan Kelanjutan Kompetisi di Indonesia

Sepak Bola —Senin, 18 Jan 2021 15:59
    Bagikan:  
Rapat Exco PSSI  Sebaiknya Fokus Menentukan Kelanjutan Kompetisi di Indonesia
Anggota Exco Asprov PSSI Jawa Barat, Delif Subeki. (PoskotaJabar)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Anggota Exco Asprov PSSI Jawa Barat, Delif Subeki, mengusulkan agar rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI fokus menentukan kelanjutan kompetisi sepak bola di tanah air. Dengan menentukan nasib kompetisi, berarti PSSI menjaga kelangsungan industri sepak bola sehingga pada tahun 2021 ini tidakl vakum.

"Saya mengusulkan, sebaiknya rapat Komite Eksekutif PSSI lebih fokus menentukan kelanjutan nasib kompetisi di Indonesia. Jadi, jangan bicara yang lain-lain dulu. Kompetisi ini menentukan nasib semuanya, terutama nasib industri sepak bola di negeri kita," ujar Delif Subeki ketika dihubungi Senin (18/01/2021).

Pernyataan Delif Subeli disampaikan menyikapi rencana rapat Exco PSSI yang rencananya akan dilangsungkan Rabu (20/01/2021). Rapat Exco PSSI akan dilangsungkan secara virtual.

BACA JUGA:  Shin Tae-yong dan Bima Sakti Menerima Keputusan AFC Membatalkan Piala AFC U-19 dan U-16

Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengungkapkan, dua agenda yang bakal menjadi pembahasan di rapat Exco PSSI Rabu (20/01/2021) nanti adalah soal kompetisi dan dan Kongres Tahunan PSSI 2021.  Rapat Exco PSSI tersebut merupakan lanjutan usulan dari klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2 yang disampaikan melalui forum pertemuan pemilik klub dengan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB), beberapa waktu lalu.


Ditiadakan

Dengan perhitungan berbagai macam aspek, Delif  menyarankan, sebaiknya kompetisi tahun 2020 dihentikan. Kondisi pandemi Covid-19 yang masih tinggi,  membuat semua pihak dilematis, termasuk pihak kepolisian sebagai otoritas pemberi izin keramaian.

"Polri juga terlihat gamang melihat kondisi Covid-19 saat ini. Sehingga, mereka pun banyak pertimbangan untuk memberi izin kompetisi. Oleh karena itu, lebih baik kompetisi musim 2020 ditiadakan," jelas Delif.

Dalam rapat anggota Liga 1 dan Liga 2 lalu, Direktur Utama LIB, Akhmad Hadian Lukita, mengungkapkan mayoritas peserta klub memilih untuk menghentikan kompetisi musim 2020 dan memulai musim baru Liga 1 2021.

Lebih lanjut, Delif mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 membuat semua pihak dilematis. Menurutnya, keputusan yang tegas akan membantu tim dalam segi pengelolaannya dan tim dapat merancang rencana selanjutnya.

"Jadi, PSSI fokus saja untuk pelaksanaan musim 2021. Saya kira, ini dapat membantu klub-klub dalam persiapan tim dan finansialnya untuk menghadapi kompetisi 2021," tandas pria pengusaha ketenagakerjaan itu.

BACA JUGA:  Kompetisi AFC U-16 dan AFC U-19 Tahun Ini Dibatalkan, Ini Alasannya!

Dalam pandangan Delif, apabila kompetisi tahun 2020 dihentikan, idealnya kompetisi diselenggarakan di bulan Maret atau April  2021 mendatang, dengan memulai kompetisi yang baru.

"Harus kompetisi baru karena kompetisi tahun 2020 kan sudah terlewat. Ini juga untuk menyesuaikan dengan kompetisi AFC dan FIFA. AFC sendiri kan sudah membatalkan kompetisi regional Asia, baik kompetisi junior, senior, maupun antarnegara. Jadi, kalau tidak sesuai dengan AFC, nama kompetisi kita nanti menjadi apa dan kompetisi tahun berapa," tegasnya.

Yang tidak kalah penting adalah masalah industri sepak bola yang kita dengung-dengungkan. Bagaimana industri sepak bola akan hidup, kalau kompetisinya saja tidak menentu. Sementara, industri sepak bola itu menyangkut berbagai macam hal dari pemain, pelatih, sponsor, wait, para petugas pertandingan, pemilik klub, penonton, penjual asesories, sampai ke tukang parkir di stadion uang semuanya saling berkaitan. (nang's)



Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait