Satreskrim Polrestabes Bandung Bongkar Prostitusi Online Berkedok Spa

Jawa Barat —Senin, 18 Jan 2021 16:51
    Bagikan:  
Satreskrim Polrestabes Bandung Bongkar Prostitusi Online Berkedok Spa
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang, saat memimpin Konferensi Pers di Mapolrestabes Bandung, Senin (18/1/2021). (Le)

POSKOTAJABAR, BANDUNG. 

Jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung gerebeg tempat prostitusi online berkedok spa di kawasan Ciumbuleuit Kota Bandung, Minggu (17/01/2021) malam. Pada penggerebekan tersebut, Polisi mengamankan dua orang mucikari inisial R (24) dan D (43). Selain itu, 6 orang terapis serta barang bukti ponsel, alat kontrasepsi dan uang senilai Rp. 1 Juta lebih ikut diamankan.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang, mengatakan, prostitusi online terungkap karena adanya laporan masyarakat dalam grup media sosial adanya spa berkedok prostitusi di salah satu hotel di Ciumbuleuit.

BACA JUGA:  Gunung Merapi Meletus Muntahkan Awan Panas, Menyusul Sebelumnya Gunung Semeru

"Jadi, dua orang mucikari ini memanfaatkan para terapis yang kesulitan di tengah pandemi Covid-19. Mereka diberikan bayaran murah," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang, saat memimpin Konferensi Pers di Mapolrestabes Bandung, Senin (18/01/2021).

Adanan menjelaskan, para mucikari memanfaatkan hotel di kawasan Ciumbuleuit yang kebetulan sepi pengunjung. Meski hotel tersebut sudah ada fasilitas spa, namun tidak melayanani plus-plus seperti saat ini.

"Dua orang mucikari ini memperlakukan para terapis dengan tidak berprikemanusiaan. Maka kita terapkan pasal khusus tentang tindak pidana perdagangan manusia dengan hukumannya cukup berat," ujarnya.

BACA JUGA:  Tubuh Luka Memar, Tahanan Narkoba Tewas di Lapas Indramayu

Akibat perbuatannya, para mucikari dijerat pasal tindak pidana perdangangan manusia dengan ancaman 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dengan denda paling sedikit Rp. 120 juta dan maksimal Rp. 500 juta. (le)


Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait