Hujan Es dan Angin Puting Beliung Akibatkan Tiga Desa Terisolir di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur

Jawa Barat —Senin, 18 Jan 2021 19:31
    Bagikan:  
Hujan Es dan Angin Puting Beliung  Akibatkan Tiga Desa Terisolir  di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur
Hujan es dan angin puting beliung terjadi di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur. (foto:nuki)
POSKOTAJABAR,CIANJUR

Hujan es dan angin puting beliung terjadi di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (18/01/2021) sore yang mengakibatkan tiga desa terisolir untuk sementara akibat puluhan pohon tumbang menutup jalan utama. 

Camat Pasirkuda Irvan Rustiandi, mengatakan, hujan es dan angin kencang tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wib. Awalnya hanya terjadi hujan deras, namun tak lama kemudian butiran es sebesar kelereng dan angin kencang terjadi.

"Hujan es tersebut turun tak lama setelah hujan air yang disertai angin kencang. Butiran es nya sebesar klereng," ujarnya, Senin (18/01/2021). 



Hujan es tersebut terjadi di dua desa yakni di Desa Girijaya dan Padamulya. "Tidak ada korban ataupun rumah rusak akibat hujan es tersebut, karena ukurannya kecil hanya seukuran kelereng. Namun warga sempat berlarian masuk ke rumah untuk berlindung," tuturnya.
 
Irvan mengungkapkan, hujan es tersebut juga disertai angin puting beliung di kawasan hutan pinus. Akibatnya puluhan pohon pinus tumbang dan menutup jalan utama ke tiga desa.





Hal itu juga menyebabkan tiga desa tersebut terisolir, sebab jalan itu merupakan akses satu-satunya.

"Iya terjadi juga angin puting beliung, pohon-pohon di hutan pinus tumbang. Tiga desa, yakni Girimukti, Girijaya, dan Padamulya terisolir. Akses itu jadi satu-satunya, apalagi untuk mobil. Kalau motor masih ada jalan alternatif, tapi kondisinya rusak dan sulit untuk dilalui," ungkapnya.

Tidak hanya menutup jalan, Irvan mengungkapkan jika terdapat pohon yang tumbang dan penimpa atap rumah warga. Namun pihaknya masih mendata jumlah rumah warga yang terdampak.

"Kita masih data rumah yang tertimpa. Untuk jalan yang tertutup sementara ditangani secara manual, sambil menunggu alat berat dan alat pemotong dari dinas terkait. Kami sudah laporkan kejadian ini ke BPBD," ucapnya.





Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Irfan Sopyan, mengatakan saat ini petugas BPBD sedang dalam perjalanan ke lokasi. Sementara pihaknya menurunkan relawan di tingkat kecamatan dan desa untuk melakukan penanganan darurat.

"Di lokasi sudah ada relawan, tim juga sudah diberangkatkan ke lokasi. Kami koordinasi juga dengan dinas terkait," pungkasnya. (Nuki)






Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait