Satu Nakes Positif Covid-19, 120 Pegawai Puskesmas Kalipucang dan Warga Jalani Swab Test Massal

Jawa Barat —Selasa, 19 Jan 2021 07:52
    Bagikan:  
Satu Nakes Positif Covid-19, 120 Pegawai Puskesmas Kalipucang dan Warga Jalani Swab Test Massal
Pegawai Puskesmas Kalipucang pada saat menjalani Swab Test Massal yang berlangsung di halaman depan PKM (foto: dry)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Menyusul adanya salah satu tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Puskesmas Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menggelar swab test massal bagi pegawai dan warga di lingkungan Puskesmas, Senin (18/01/2021).

Kegiatan swab test massal berlangsung dihalaman depan Puskesmas Kalipucang.

Kepala Puskesmas Kalipucang Sugiharto mengatakan, sejak ditemukan adanya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif pelayanan di Puskesmas sementara ditutup.

"Untuk nakes yang positif saat ini sedang menjalani isolasi mandiri, dan semua ruangan di Puskesmas hari ini sedang di sterilisasi," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Senin (18/01/2021).




Kata dia, selain melakukan penyemprotan cairan disinfektan di dalam ruangan maupun luar Puskesmas, pihaknya juga melakukan swab test massal bagi pegawai dan warga yang pernah kontak dengan nakes yang positif.

"Hari ini ada 120 orang yang menjalani swab test massal, semoga hasilnya negatif semua," katanya.

Sugiharto mengungkapkan, di wilayah Kecamatan Kalipucang sejak Maret 2020 hingga saat ini naik tajam dan tercatat ada 39 orang yang terkonfirmasi positif, 

"Padahal, sebelumnya di Kalipucang aman-aman saja, dari akhir Nataru ini terus melejit naik yang positif," keluhnya 




Dia mengimbau, kalau kita sedang turun kelapangan pada operasi penegakan disiplin banyak sekali warga masyarakat yang tidak mengenakan masker.

"Masyarakat kita belum sadar pakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan, karena sampai saat ini masih banyak warga yang gelar hajatan," keluhnya.

Dia menyebutkan, warga masyarakat yang keluar rumah wajib pakai masker, apalagi sekarang ada surat edaran dari pak Bupati Pangandaran yang berlaku sampai tanggal 25 Januari mendatang.







"Dalam surat edaran bupati, jika warga tidak pakai masker akan dikenakan hukuman selama dua hari kerja bakti di balai desa," ungkapnya.

Menurut dia, meningkatnya data warga yang positif lantaran terjadi dari klaster keluarga yang pulang dari kota.

"Seperti yang kami lakukan edukasi  di Kalipucang dan Pamotan suruh diam masih saja jalan-jalan katanya gak betah diam terus dan sesak nafas kalau pakai masker, padahal pakai masker selain menjaga diri sendiri juga menjaga bagi orang lain," pungkasnya. (dry)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait