Diduga Merusak Jendela Kantor Partai Vladimir Putin, Ahli Matematika Rusia Divonis 6 Tahun Penjara

Jawa Barat —Selasa, 19 Jan 2021 08:55
    Bagikan:  
Diduga Merusak Jendela Kantor Partai Vladimir Putin, Ahli Matematika Rusia Divonis 6 Tahun Penjara
Presiden Rusia Vladimir Putin. (foto:dw.com)


 

POSKOTAJABAR, MOSKOW.

Pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman enam tahun penjara kepada seorang ahli matematika pada hari Senin (18/2/2021). Hukuman itu diberikan karena dia memecahkan jendela di kantor partai Presiden Vladimir Putin.

Dikutip dari AFP pada Selasa (19/2/2021) WIB, ahli matematika tersebut adalah Azat Miftakhov dihukum karena "hooliganisme", pengacaranya Svetlana Sidorkina mengatakan bahwa pihaknya tidak setuju dengan keputusan tersebut seraya menambahkan bahwa ia akan mengajukan banding.

"Kami tidak setuju dengan keputusan ini ... terutama berdasarkan dua pernyataan saksi anonim yang tidak dapat diverifikasi," kata Sidorkina.

 

BACA JUGA  : Polres Cianjur dan TNI Grebek Kios yang Diduga Jual Beli Pil Psikotropika

 

Disebut Tahanan Politik Vladimir Putin

Kelompok HAM Memorial menyebut bahwa Azat Miftakhov sebagai tahanan politik dan hampir 90.000 orang telah menandatangani petisi yang menyerukan terhadap pembebasannya.

Surat kabar Rusia Novaya Gazeta melaporkan, lebih dari 2.500 ahli matematika dari seluruh dunia mengancam akan memboikot kongres 2022 di Saint Petersburg jika dia tidak dibebaskan,.

Seorang mahasiswa doktoral di Universitas Negeri Moskow, Miftakhov yang berusia 27 tahun secara terbuka menyebut dirinya seorang aktivis anarkis.

 

BACA JUGA : Hujan Es dan Angin Puting Beliung Akibatkan Tiga Desa Terisolir di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur

 

Ditangkap Februari 2019

Azat Miftakhov ditangkap pada Februari 2019, dia dituduh menjadi salah satu dari 6 orang yang satu tahun sebelumnya memecahkan jendela kantor partai Rusia Bersatu di Moskow Utara dan melemparkan bom asap ke dalamnya.

Dia sebelumnya telah ditangkap karena dicurigai membuat bahan peledak, meskipun sejauh ini dia belum dituduh melakukan kejahatan itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas Rusia telah menghukum beberapa kelompok pendukung muda sayap kiri Rusia, beberapa dari mereka sangat kejam, dalam kasus-kasus yang diledakkan oleh para aktivis hak asasi manusia. (dwa)

Editor: Dikki
    Bagikan: