PMI Kota Bandung Melayani Donor Plasma Konvalesen untuk Mengobati Covid-19

Jawa Barat —Selasa, 19 Jan 2021 10:46
    Bagikan:  
PMI Kota Bandung Melayani Donor Plasma Konvalesen untuk Mengobati Covid-19
Pemerintah Pusat dan PMI menjadi Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen- foto Humas Pemkot Bandung

POSKOTAJABAR,BANDUNG


Pemerintah Pusat dan PMI menjadi Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen. Dengan mencanangkan Terapi plasma convalescent atau plasma konvalesen yang merupakan  salah satu cara untuk mengobati pasien positif Covid-19

 

Terapi plasma konvalesen adalah plasma darah yang didapatkan dari proses donor dari para penyintas Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh.


Baca Juga : Sinopsis Ikatan Cinta, Selasa 19 Januari 2021, Elsa Ketakutan Andin Beberkan Bukan Dirinya Pembunuh Roy Sebenarnya

 

Kemudian plasmanya didonorkan kepada para pasien Covid-19 untuk meningkatkan antibodi.

 

Menurut Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung, Uke Muktimanah, donor plasma konvalesen diambil dari para penyintas Covid-19 yang sudah sembuh dengan kriteria tertentu.

 

"Tujuannya untuk memberikan terapi menambah atau meningkatkan antibodi bagi pasien covid-19," katanya kepada Humas Bandung, Senin 18 Januari 2020.

 

"Tapi ada ketentuannya, yaitu bukan OTG (Orang Tanpa Gejala) tetapi donor yang pernah dirawat di Rumah Sakit dengan gejala," ucapnya.

 

syarat untuk para pendonor plasma konvalesen adalah :

 

BACA JUGA : Hujan Es dan Angin Puting Beliung Akibatkan Tiga Desa Terisolir di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur

 

  • Harus sudah negatif dengan swab test polymerase chain reaction (PCR) dan menjalani beberapa tahapan tes atau pemeriksaan.

 

  • Berusia antara 18 - 60 tahun, berat badan di atas 50 kg, dan penyintas tersebut juga harus sudah negatif PCR-nya. Dan waktu mendonorkannya 14 hari setelah sembuh sampai dengan 12 minggu

 

 

"Kalau sudah memenuhi syarat, datanglah ke PMI. Nanti ada protokolnya diperiksa antibodi yang harus sesuai standar." Jelas Uke

 

"Karena tujuan pemberiannya agar donor yang berkualitas dan meningkatkan imun pada pasien."

 

Ia menambahkan pengambilan donor plasma konvalesen tersebut menggunakan metode apheresis. Dengan mesin tersebut akan terkumpul komponen plasmanya saja.

 

"Seperti trombosit yang diambil, trombositnya saja. Kalau donor darah biasa itu darahnya diambil (seluruh komponennya) nanti diproduksi. Bedanya di situ saja," katanya.

 

"Ada faktor risikonya, tapi sangat kecil. Asal nanti kita memang seleksinya sudah benar-benar harus orang yang sehat," lanjutnya.

 

Pemerintah Pusat mencanangkan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen pada 18 Januari 2021. Yang  dilakukan Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, Kepala BNPB Doni Monardo, Mentri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menko PMK Muhadjir Effendy.

 

Donor plasma konvalesen tersebut bisa dilakukan di PMI yang telah memenuhi sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BP POM.

 

Salah satunya PMI Kota Bandung yang telah memenuhi persyaratan tersebut sejak tahun 2018.

 

Uke mengatakan PMI Kota Bandung juga sebelumnya sudah bekerja sama dengan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 agar memberikan edukasi bagi para penyintas untuk melakukan donor plasma konvalesen tersebut.


Baca Juga : Ramalan Zodiak Besok , Rabu 20 Januari 2021, Pisces Merindukan Dirinya, Leo Babak Cinta Baru

 

PMI Kota Bandung pun menerima daftar pasien dari Rumah Sakit tersebut, sehingga kebersamaan dalam mencari para pendonor dirasakan cukup baik karena saling membantu.

 

"Kami sudah cukup lama melakukan imbauan ke Rumah Sakit dalam surat untuk mengedukasi donor-donor yang sudah rawat jalan, kalau sudah sembuh (dinyatakan negatif) untuk bisa donor ke PMI," katanya.

 

"Karena penyintas itu adanya di Rumah Sakit, kalau donor darah biasa terbilang mudah. Tapi kan kalau donor Penyintas yang bergejala di Rumah Sakit. Jadi mereka juga memberikan daftarnya. Alhamdulillah kebersamaan untuk saling membantu cukup baik," lanjutnya. RES

 

 

Sumber : Siaran Pers Bagian Humas Setda Kota Bandung

18 Januari 2020

Editor: Resti
    Bagikan:  


Berita Terkait