Tiga Desa Terisolir di Kecamatan Pasir Kuda Kabupaten Cianjur Berangsur Normal

Jawa Barat —Selasa, 19 Jan 2021 14:52
    Bagikan:  
Tiga Desa Terisolir di Kecamatan Pasir Kuda Kabupaten Cianjur Berangsur Normal
Sejumlah pohon tumbang akibat tersapu angin tampak menutupi akses jalan utama menuju tiga desa di Kecamatan Pasirkuda, Cianjur. Senin (18/1/2021). (foto:nuki)

POSKOTAJABAR,CIANJUR

Akses jalan utama menuju tiga desa di Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur yang terisolir kini berangsur kembali normal.

Sekertaris BPBD Cianjur, Moch Irfan  Sopyan mengatakan Tim Retana bersama aparat gabungan yang ada di lokasi dibantu masyarakat telah melakukan pembersihan material yang menutup akses jalan.

"Sekarang sudah berangsur normal. Akses jalan utama sudah bisa dilalui lagi,"ujar Irfan, Selasa (19/01/2021).

Irfan menuturkan, tim bantuan pagi tadi sudah diterjunkan ke lokasi, tetapi saat dalam perjalanan mendapat kendala di sekitaran Kecamatan Pagelaran.

"Tim terkendala, ada pohon yang tumbang menutup akses jalan,"katanya.



Terkait material pohon yang tumbang pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Perhutani. "Jumlah pohon yang tumbang menutup akses jalan tidak sedikit. Kita akan koordinasi dengan Perhutani,"pungkasnya.

Sebelumnya, hujan es dan angin puting beliung terjadi di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (18/01/2021) sore yang mengakibatkan tiga desa terisolir untuk sementara akibat puluhan pohon tumbang menutup jalan utama. 



Camat Pasirkuda Irvan Rustiandi, mengatakan, hujan es dan angin kencang tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wib. Awalnya hanya terjadi hujan deras, namun tak lama kemudian butiran es sebesar kelereng dan angin kencang terjadi.

"Hujan es tersebut turun tak lama setelah hujan air yang disertai angin kencang. Butiran es nya sebesar klereng," ujarnya, Senin (18/01/2021). 

Hujan es tersebut terjadi di dua desa yakni di Desa Girijaya dan Padamulya. "Tidak ada korban ataupun rumah rusak akibat hujan es tersebut, karena ukurannya kecil hanya seukuran kelereng. Namun warga sempat berlarian masuk ke rumah untuk berlindung," tuturnya.



 
Irvan mengungkapkan, hujan es tersebut juga disertai angin puting beliung di kawasan hutan pinus. Akibatnya puluhan pohon pinus tumbang dan menutup jalan utama ke tiga desa.

Hal itu juga menyebabkan tiga desa tersebut terisolir, sebab jalan itu merupakan akses satu-satunya.

"Iya terjadi juga angin puting beliung, pohon-pohon di hutan pinus tumbang. Tiga desa, yakni Girimukti, Girijaya, dan Padamulya terisolir. Akses itu jadi satu-satunya, apalagi untuk mobil. Kalau motor masih ada jalan alternatif, tapi kondisinya rusak dan sulit untuk dilalui," ungkapnya.




Tidak hanya menutup jalan, Irvan mengungkapkan jika terdapat pohon yang tumbang dan penimpa atap rumah warga. Namun pihaknya masih mendata jumlah rumah warga yang terdampak.

"Kita masih data rumah yang tertimpa. Untuk jalan yang tertutup sementara ditangani secara manual, sambil menunggu alat berat dan alat pemotong dari dinas terkait. Kami sudah laporkan kejadian ini ke BPBD," ucapnya. (Nuki)





Editor: Suherlan
    Bagikan: