Bencana Longsor di Sumedang, LPBINU Turunkan Bantuan

Jawa Barat —Selasa, 19 Jan 2021 15:44
    Bagikan:  
Bencana Longsor di Sumedang, LPBINU Turunkan Bantuan
(sumber foto : istimewa)

POSKOTAJABAR, SUMEDANG.

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Sumedang berpartisipasi dalam mengatasi dampak bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.  

Hendri Rohman selaku Ketua LPBINU Sumedang, mengatakan bahwa longsor terjadi pada Sabtu (9/1/2021) sore WIB. Menurut Rohman bencana ini sudah diperkirakan bakal terjadi. Pasalnya hujan deras berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya.  

 

BACA JUGA : Hujan Es dan Angin Puting Beliung Akibatkan Tiga Desa Terisolir di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur

 

"Saya kan masuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Subang. Jam tiga saya share Cimanggung siaga satu karena debit hujan sangat deras untuk wilayah Cimanggung dan Jatinangor. Selang satu jaman ada kabar bahwa di Dusun Cihanjuang Kecamatan Cimanggung telah terjadi longsor menimpa 12 rumah penduduk," kata Hendri Rohman, Minggu (10/1/2021) malam WIB.  

Longsor kedua terjadi Bakda Maghrib, tim yang akan mengevakuasi turun ke lokasi. Namun pada sekitar pukul 19.00 WIB terjadi longsor susulan yang menimpa warga dan tim evakuasi.

 

BACA JUGA : Polres Cianjur dan TNI Grebek Kios yang Diduga Jual Beli Pil Psikotropika

 

"Tim dari BPPD Sumedang, Basarnas, dan termasuk tim SAR, Polres, dan Tagana, PMI, datang ke lokasi. Mereka mau mendata korban ternyata malamnya saat melakukan pendataan terjadi longsor susulan yang memakan korban,"katanya.

Demi meringankan beban warga terdampak bencana longsor tersebut, LPBINU mengumpulkan donasi dan berkoordinasi dengan lembaga  NU lainnya.

Pada Sabtu (10/1/2021) sore bantuan sudah disalurkan berupa logistik, seperti beras, sembako, mi instan, popok bayi, pembalut wanita, dan masker.

 

Bekerja Sama dengan DKM Masjid Besar Tanjungsari

Menurut Hendri, LPBINU juga bekerjasama dengan DKM Masjid Besar Tanjungsari dalam pengumpulan bantuan.  

"Kita akan distribusikan bantuan tahap kedua ke lokasi yang berbeda, karena kita tidak ke posko utama di sana sudah banyak bantuan. Padahal warga yang membutuhkan bantuan masih banyak dan ada yang belum tersentuh. Kami akan langsung menemui pengungsi berdasarkan informasi pemerintah desa dan MWCNU," kata Hendri.

Hendri mengatakan, berdasarkan pendataan, bantuan yang masih dibutuhkan seperti susu bayi, pembalut wanita, popok bayi, alat ibadah seperti sajadah dan mukena. "Kalau pakaian bekas sudah banyak," ujarnya. 

Selain itu bantuan lainnya yang untuk stamina tubuh juga dibutuhkan seperti multivitamin. Banyak korban belum ditemukan Berdasarkan informasi dari pemerintah setempat banyak korban yang belum ditemukan, karena pada hari kejadian, ada sebuah keluarga yang sedang melakukan persiapan hajatan perkawinan.

Saat ini ​​​​​pihaknya juga telah berkoordinasi dengan lembaga yang lain di bawah NU untuk persiapan pembuatan Posko NU.

"Alhamdulillah kami juga akan koordinasi dengan Baznas dengan kabupaten yang menyatakan siap support posko ini," kata Hendri. (dwa)

 

Editor: Dikki
    Bagikan:  


Berita Terkait