Bencana Banjir Menerjang Kabupaten Nunukan, 533 Rumah Terendam

Jawa Barat —Selasa, 19 Jan 2021 16:19
    Bagikan:  
Bencana Banjir Menerjang Kabupaten Nunukan, 533 Rumah Terendam
Luapan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, dengan ketinggian permukaan air mencapai 100 sentimeter menyebabkan 533 Unit rumah terendam. (Dok/BNPB)

POSKOTAJABAR, NUNUKAN.

Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara meluap, pada Jumat (8/1/2021). Ketinggian permukaan air mencapai 100 sentimeter menyebabkan 533 unit rumah terendam.

Hal ini berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan pada Selasa (19/1/2021) pukul 11.10 WIB.

"Beberapa lokasi terdampak banjir di Kalimantan Utara, antara lain Kecamatan Sembakung, Desa Atap, Desa B. Bagu, Desa Labuk, Desa Pagar, Desa Tujung, Desa M. Bungkul, Desa Lubukan, Desa Tagul, Desa Pelaju, dan Desa Tepian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Selasa (19/1/2021).

 

BACA JUGA : Polres Cianjur dan TNI Grebek Kios yang Diduga Jual Beli Pil Psikotropika

 

Selain 533 rumah yang terendam, tercatat kerugian materil antara lain 1 unit masjid dan 1 unit posyandu terendam, 1 unit pustu terendam, serta 115 hektar lahan sawah terendam, 2 hektar lahan kebun terendam yang berdampak pada 2.752 jiwa.

"BPBD Kabupaten Nunukan menginformasikan bahwa saat ini sedang melakukan pendataan sekaligus mempersiapkan sarana dan prasana pengungsian seperti dapur umum untuk para pengungsi," lanjut Raditya.

BPBD Kabupaten Nunukan juga memantau kondisi terkini banjir sudah mulai berangsur surut, namun apabila terjadi hujan kembali debit air berpotensi akan kembali naik.

 

BACA JUGA : Hujan Es dan Angin Puting Beliung Akibatkan Tiga Desa Terisolir di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur

 

Oleh karena itu, BPBD juga melakukan evakuasi warga terdampak banjir dan memberikan imbauan agar warga lebih waspada akan potensi kenaikan debit air sungai yang setiap waktu bisa terjadi.

"Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Nunukan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. BNPB menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, ditengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021. Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk," pungkasnya. (Yono/tha)

Editor: Dikki
    Bagikan:  


Berita Terkait