108 Sarang Tawon di Kota Cimahi Berhasil Diamankan Petugas Damkar

Jawa Barat —Selasa, 19 Jan 2021 18:25
    Bagikan:  
108 Sarang Tawon di Kota Cimahi Berhasil Diamankan Petugas Damkar
Damkar Kota Cimahi sedang melakukan pemberantasan sarang tawon vespa diperkebunan warga. (foto:bagdja)
POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Sepanjang Tahun 2020, petugas rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi telah berhasil mengevakuasi lebih dari 108 sarang tawon berbagai jenis. Dalam penanganan  evakuasi sarang tawon tersebut, banyaknya muncul di permukiman warga, hingga lahan kosong.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan dan Penyelamatan pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol - PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi, Muhammad Nur Effendi.diruang kerjanya Selasa (19/01/2021).

Menurut Nur, bahwa hampir setiap minggu pihaknya mendapatkan laporan permintaan pemusnahan sarang tawon, 

"Selama tahun 2020 kemarin kami mengevakuasi 108 sarang tawon di rumah warga," ujarnya.


BACA JUGA :  Gugatan Aman Tecatat di MK, Inilah Persiapan KPU Pangandaran 

 

Terdapat beberapa jenis sarang tawon yang dievakuasi, diantaranya tawon vespa affinis, tawon madu, dan tawon biasa.


"Yang paling bahaya adalah tawon vespa affinis. Memiliki kemampuan memasukan racun ke tubuh manusia. Tergantung jumlah tawon yang menyengat. Berbahaya bila menyengat secara berkelompok, bisa menimbulkan kematian. Korban yang terkena sengatan dosis kecil, tidak sampai meninggal, hanya alergi dan bengkak," terangnya.

Diakui oleh Nur, keberadaan sarang tawon kebanyakan terdapat di area rumah milik warga. 

Dikhawatirkan keberadaan tawon ini akan mengancam keselamatan.




"Pernah ada korban anak kecil yang disengat tawon. Korban sempat di rujuk ke klinik, karena sengatannya mengenau kepala,".

Untuk penanganan keberadaan sarang tawon di rumah warga, dengan menggunakan peralatan yang dimiliki, petugas Damkar langsung melakukan evakuasi, dan pemusnahan sarang tawon tersebut.




"Masyarakat bisa lapor ke nomor layanan Damkar (022-6658113). Nanti dengan dasar laporan mereka kita survei dan ditindaklanjuti. Dilakukan pada malam hari, setelah berhasil dievakuasi dibakar. Selama ini kesulitan lebih cenderung pada letak objek sarang tawonnya, misalnya di atas atap rumah yang sulit dijangkau," Papar Nur Efendi. (Bagdja)





Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait