Berstatus Saksi Adang Hadari Hadiri Sidang Perkara Dugaan Money Politic di PN Ciamis

Jawa Barat —Rabu, 20 Jan 2021 06:31
    Bagikan:  
Berstatus Saksi Adang Hadari Hadiri Sidang Perkara Dugaan Money Politic di PN Ciamis
Suasana dalam ruang sidang di Pengadilan Negri Ciamis (foto: ist)



POSKOTAJABAR,CIAMIS 

Sidang perkara dugaan  money politic di Pilkada Pangandaran, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Ciamis, Jawa Barat, Selasa (19/01/2021).

Perkara dugaan money politic ini menyeret tiga orang terdakwa yakni Yanto, Nina dan Tohidin warga Desa Paledah Kecamatan Padaherang. Ketiganya diketahui menjadi relawan pasangan nomor urut 2 H Adang Hadari dan Supratman (Aman) pada Pilkada kemarin.

Sidang perdana ini menghadirkan 12 orang saksi termasuk diantaranya calon Bupati Adang Hadari.


BACA JUGA :  Gugatan Aman Tecatat di MK, Inilah Persiapan KPU Pangandaran 


Dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum tertulis bahwa dugaan money politic ini terjadi pada tanggal 4 Desember 2020, atau tepatnya hari Jumat malam yang berokasi di Paledah Padaherang.

Dugaan money politic itu terjadi dalam acara silaturahmi relawan dan kampanye yang dihadiri oleh calon bupati Adang Hadari. Dalam acara itu hadir setidaknya ada 70 orang.

Salah seorang terdakwa Tohidin menerima amplop dari sesorang  pria yang mengajaknya masuk kedalam mobil berwarna putih. Saat itu pria tersebut langsung menyerahkan amplop berjumlah 70 buah yang berisi uang sebesar Rp 52 ribu.


Sebelum dibagikan amplop tersebut, sempat ditunjukan dulu kepada terdakwa Yanto dan salah satu saksi bernama Nandang. Yanto kemudian menyuruh Tohidin membagikan amplop tersebut kepada warga yang hadir dalam acara itu. Selain itu Yanto juga meminta kepada terdakwa Nina untuk membagikan amplop tersebut kepada warga lainya.

Adang Hadari yang menjadi saksi dalam sidang tersebut mengaku tidak tahu menahu soal pembagian amplop tersebut. Selain itu, menurut dia, acara tersebut juga bukan kampanye melainkan silaturahmi.

"Itu acara silaturahmi relawan, saya tidak berkampanye atau menyampaikan visi dan misi (dalam acara tersebut,red). Hanya memperkenalkan diri dan mengucapkan terima kasih, kemudian meminta doa restu," kata Adang dalam persidangan.




Adang juga mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal mobil putih berikut orang didalamnya yang memberikan sejumlah amplop kepada Tohidin.

Sementara itu, Hakim Anggota Indra Muharam yang juga Humas Pengadilan Negeri Ciamis mengatakan, bahwa putusan perkara dugaan money politic tersebut akan dijadwalkan dan digelar pada 25 Januari  mendatang.

"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk hari ini menghadirkan Adang Hadari sebagai saksi," sebutnya.

Ketua mejelis hakim Tri Wahyudi menyebutkan, keberadaan tiga orang dalam mobil putih selama ini masih menjadi misteri. 

"Yang masih menjadi misteri itu adalah mobil putih," singkatnya. (dry)






Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait