Down Town Washington DC Berubah Menjadi Military Zone untuk Pengamanan Pelantikan Joe Biden

Jawa Barat —Rabu, 20 Jan 2021 07:54
    Bagikan:  
Down Town Washington DC Berubah Menjadi Military Zone untuk Pengamanan Pelantikan Joe Biden
Kontributor Poskota Jabar di Amerika Serikat, Mohammad Afdal, befoto dengan latar belakang para tentara di Down Town Washington DC. (M. Afdal)

POSKOTAJABAR, WASHINGTON DC.

Secret Service Police memberlakukan pembatasan akses jalan menuju down town atau pusat kota di Washington DC. Bahkan, down town Washington DC kini sudah berubah menjadi military zone (zona militer) karena di setiap sudut tampak banyak tentara dengan persenjataan lengkap. Hal itu menyusul persiapan dan rencana pelantikan Presiden AS yang baru, Joe Biden dan Kamala Harris yang rencananya akan dilangsungkan Rabu (20/01/2021) waktu setempat atau Kamis (21/01/2021) WIB.

Kontributor Poskota Jabar, melaporkan dari Washington DC, Amerika Serikat,  Mohammad Afdal, Secret Service Police  (SSP) sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan Gedung Putih dan persiapan pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris, mengumumkan secara resmi pembatasan akses jalan menuju down town  bagi masyarakat yang ingin menuju Down Town DC.

Adapun daerah atau wilayah yang diyatakan tertutup untuk masyarakat meliputi Gedung DPR Amerika yang dikenal dengan Capitol Building dan area serta jalan-jalan menuju Gedung Putih. "Di dalam peta yang diumumkan kepadaa masyarakat, jalan-jalan itu diberi garis merah tebal dan sudah berubah menjadi zona militer atau diseut juga dengan green zone (zona hijau). Hanya yang punya ID khusus yang bisa melewati daerah itu," kata kontributor Poskota Jabar, Mohammad Afdal, dalam laporannya, Selasa (19/01/2021) malam.

BACA JUGA:  Ketua MUI Jawa Barat , Ulama Harus Jadi Pemberi Solusi

Berdasarkan pemantauannya, kondisi terkini persiapan pengamanan pelantikan Joe biden dan Kamala Harris, di setiap titik menuju green zone jalanan sudah ditutup pakai blok pengaman dan truk tentara serta pasukan bersenjata lengkap hadir disetiap sudut kota. Kondisi di sekitar Washington DC berubah total dan sistem pengaman sangat berlapis. "Pengaman luar disebut green zone dan lapisan tempat pelantikan Joe Biden menjadi red zone (zona merah) dengan pagar pengaman dari besi serta dipasang kawat berduri," jelas Afdal.

Kemudian, di setiap sudut jalan ada military check point (pos pemeriksaan militer). Padahal, biasanya check point adalah tugas polisi. Namun,  sekarang ini diambil alih Tentara Nasioanal Amerika (Pasukan Garda Nasional) khusus bagi yg akan menuju area zona merah.

Di bagian sisi utara Gedung Putih depan Gedung Asosiasi Buruh, menjadi tempat pergerakan black live matter  (tempat ekumpul orang-orang hitam) juga terlihat sejumlah orang memberikan dukungan untuk Joe Biden dengan membawa bermacam-macam poster.

Sementara itu, berdasarkan informasi, jumlah tentara nasional yg di turunkan untuk pengamanan pelantikan Presiden Joe Biden yang merupakan presiden AS yang ke-46 itu, sebanyak 25.000 orang.

BACA JUGA:  Posko Bantuan Kemanusiaan Lantamal V Bantu Daerah Terkena Bencana Alam

Tentang isu yang beredar bahwa ada pasukan sipil bersenjata pendukung Presiden Donald Trump,  yang akan mengacaukan acara pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris itu, pihak pengamanan sudah betul-betul bertindak tegas. Pernah ada yang mencoba masuk menerobos zona merah itu, menggunakan identitas palsu dan membawa senjata otomatis dan 500 butir peluru di dalam mobilnya, sudah ditahan pihak otoritas keamanan.

Berdasar informasi dan data yg didapat, ancaman keamanan dari pendukung Donald Trump yg sangat radikal, seluruh media melaporkannya sebagai domestic terrorist (teroris domestik). Untuk tidak kecolongan seperti ketika Gedung Capitol yang digeruduk massa pendukung Donald Trump akibat ada polisi yang membelot, pihak keamanan sudah mengantisipasi semuanya. Kantor DPR setiap negara bagian sudah dijaga oleh aparat keamanan yang dibantu oleh Garda Nasional Amerika.

Pasukan Garda Nasional diperbantukan karena jumlah polisi yg ada tidak mencukupi untuk mengatisipasi ancaman keamanan dari pendukung Donald Trump. Terutama, mengantisipasi adanya pasukan sipil bersenjata yang bisa datang tanpa diduga. (nang's)  

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait