BPBD Karawang Beberkan Potensi Bencana di Karawang, Masyarakat Diminta Waspada

Jawa Barat —Rabu, 20 Jan 2021 08:42
    Bagikan:  
BPBD Karawang Beberkan Potensi Bencana di Karawang, Masyarakat Diminta Waspada
Siap siaga bencana di Karawang, masyrakat diminta mulai waspada.(foto:asl)

POSKOTAJABAR, KARAWANG.


Ancaman potensi bencana di Kabupaten Karawang mulai diwaspadai.  Saat ini, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karawang meminta masyarakat waspada potensi banjir, longsor, dan puting beliung. Sebab dari prakiraan cuaca BMKG, musim penghujan mencapai puncaknya pada pertengahan Februari 2021. Sejak 5 November 2020, BPBD telah mengeluarkan peringatan siaga bencana sampai 30 Maret 2021.

Sekretaris BPBD Karawang, Supriatna memgatakan, potensi banjir kemungkinan tidak akan sebesar banjir tahun 2014.

"Kalau lihat kenyataan. Karena biasanya tanda-tanda banjir besar dimulai dari hujan di bulan Desember. Kita lihat Bandung, Bandung dua minggu yang lalu banjir, ternyata imbasnya tidak sampai Karawang. Lima bendungan penampung di Jatiluhur, Curug, Walahar, Cirata, dan Saguling masih bisa menahan volume air," terangnya.


BACA JUGA : Tiga Desa Terisolir di Kecamatan Pasir Kuda Kabupaten Cianjur Berangsur Normal


Namun, masyarakat diminta tidak menurunkan tingkat kewaspadaan. Sebab, banjir bisa saja terjadi bila curah hujan Purwakarta dan Subang tinggi sehingga volume air tidak bisa ditahan bendungan penampung.

Supriatna menambahkan, Karawang langganan banjir lantaran wilayahnya landai dan dilalui sungai Citarum. "Di daerah tinggi seperti Bandung, Purwakarta, dan Subang kalau ada hujan besar pasti airnya mengalir melalui Citarum. Dari daerah Selatan ada Bogor Timur, Cariu, Jonggol, itu airnya turun ke Cibeet. Dan muara Cibeet ke Citarum.

"Yang parah kalau Cibeet dan Citarum tinggi biasanya Karawang banjir," timpalnya.


BACA JUGA : Down Town Washington DC Berubah Menjadi Military Zone untuk Pengamanan Pelantikan Joe Biden


BPBD sudah memetakan titik-titik rawan banjir. Seperti Telukjambe Barat, Cilamaya Wetan dan Kulon, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Rengasdengklok, Tirtajaya, Jayakerta, Pakisjaya, dan Batujaya.

"Lalu daerah di wilayah Tempuran, Cilebar, dan Cikampek juga berpotensi banjir karena di sana dilalui kali-kali pembuang," bebernya.

BPBD sudah menyiapkan 12 perahu mesin, empat perahu tanpa mesin, dan 20 tenda yang bisa menampung 100 pengungsi.


BACA JUGA :Tebing Samping Longsor Menimpa Rumah di Kabupaten Tasikmalaya


Sementara terkait protokol kesehatan, BPBD mengarahkan kebutuhan logistik ke Dinas Kesehatan dan Satgas. "Belum ada

(arahan) bagaimana caranya menangani pengungsi saat Covid-19. Meski ada arahan untuk jaga jarak termasuk tenda pengungsian yang biasanya satu tenda. (dipakai pengungsi) jadi dua," tutupnya.(asl)



BACA JUGA : 108 Sarang Tawon di Kota Cimahi Berhasil Diamankan Petugas Damkar


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait