Belanda Mencekam, Tanpa Masker 2.000 Orang Protes Turun ke Jalan Menentang Lokdown

Jawa Barat —Rabu, 20 Jan 2021 08:51
    Bagikan:  
Belanda Mencekam, Tanpa Masker 2.000 Orang Protes Turun ke Jalan Menentang Lokdown
2000 menggelar aksi tolak Lockdown di Amsterdam. (foto:straitstimes)



POSKOTAJABAR, AMSTERDAM.

Tidak seperti biasanya negeri Belanda tampak mencekam. Protes yang berlangsung disana berjalan rusuh. Polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan sekitar 2.000 masa di Amsterdam yang berdemo menentang penguncian nasional (lockdown) pada Minggu (17/1/2021).

Para pengunjuk rasa berkumpul di alun-alun di depan galeri seni Rijksmuseum dan Museum Van Gogh. Mereka membawa sejumlah poster bertuliskan "Kebebasan: hentikan penguncian" dan meneriakkan "Apa yang kita inginkan? Kebebasan!".

 

BACA JUGA : Banjir Bandang Menerjang Kawasan Puncak Bogor, 474 Warga Dievakuasi

 

Tidak Ada Warga yang Menggunakan Masker

Dikutip dari Reuters pada Senin (18/1/2021), saat aksi tersebut berlangsung, tidak ada warga yang menggunakan masker seperti standar protokol kesehatan yang berlaku. Hal ini mendorong pihak berwajib membubarkan kerumunan karena masalah kesehatan di tengah semakin tingginya kasus Covid-19 negara tersebut.

 

BACA JUGA : Presiden Jokowi Tinjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang Hancur Akibat Gempa

 

"Kota itu telah menolak permohonan protes yang akan diadakan di Museum Square. Para demonstran menolak untuk pergi ketika polisi menyuruh mereka melakukannya, dan beberapa di antaranya melemparkan kembang api," lapor Reuters.

Polisi kemudian menggunakan meriam air untuk mencoba membubarkan para demonstran. Pihak berwenang mengatakan mereka telah menangkap sekitar seratus orang yang ambil bagian dalam protes tersebut.

 

BACA JUGA :  Gugatan Aman Tecatat di MK, Inilah Persiapan KPU Pangandaran 

 

Pemerintah Belanda telah menutup sekolah dan sebagian besar toko sejak Desember 2020 lalu guna membendung lonjakan kasus Covid-19.

Pada hari-hari awal pandemi, Belanda umumnya lebih enggan memberlakukan pembatasan sosial daripada kebanyakan negara lain di Eropa.

Tapi selama gelombang kedua, musim dingin telah membuat infeksi menyebar lebih cepat dan mengkhawatirkan fasilitas kesehatan di negara itu.

Dikutip dari Worldometers, Belanda mencatat tambahan kasus baru sebanyak 5.598 kemarin dengan 41 pasien meninggal.

Secara total, negara itu mencatat 912 ribu warga telah terinfeksi Covid-19 dengan kematian sebanyak 13.006 jiwa. (dwa)

Editor: Dikki
    Bagikan:  


Berita Terkait