Petani Indramayu Kesulitan Akibat Harga Pupuk dan Ongkos Tandur Naik

Jawa Barat —Rabu, 20 Jan 2021 10:11
    Bagikan:  
Petani Indramayu Kesulitan Akibat  Harga Pupuk dan  Ongkos Tandur  Naik
Kaum wanita sedang menanam padi di sawah. (foto: Yan)



POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Petani pemilik sawah di Indramayu sedang menghadapi masalah kenaikkan harga pupuk di tingkat pengecer, biaya tandur, ongkos traktor yang jumlahnya relatif tinggi sehingga semakin menambah beban pengeluaran.

Kenaikkan cukup tinggi dialami para petani tatkala membeli pupuk di tingkat pengecer, baik urea, TSP dan sebagainya harganya naik mencapai 10 persen hingga 25 persen dari harga normal. Kenaikkan berikutnya terjadi pada biaya tandur.

“Biaya tandur pada musim tanam (MT) rendeng tahun 2020/2021 ini  naiknya cukup tinggi dari Rp 700 ribu per bau menjadi Rp 800 ribu hingga Rp 900 ribu per bau,” ujar Mamat, 52 salah seorang petani di Kabupaten Indramayu.


BACA JUGA : Down Town Washington DC Berubah Menjadi Military Zone untuk Pengamanan Pelantikan Joe Biden


Begitu juga ongkos traktor untuk kegiatan membajak sawah sebelum dilakukan penanaman bibit padi naik dari Rp 700 ribu per bau menjadi Rp 850 ribu per bau. Ongkos traktor bahkan ada yang naik hingga mencapai Rp 950 ribu per bau. Kata petani luas sawah 1 bau itu kira-kira sama dengan 500 bata. Jika luas sawah 1 hektar kira-kira sama dengan 700 bata. “ Satu bata sekitar 14 Meter persegi,” ujarnya.

Dikatakan, jika harga gabah tidak naik, maka para petani yang menanam padi hanya akan dapat capeknya saja. “Kalau harganya di bawah Rp 5.000 per Kg berarti petani akan dapat capeknya saja. Tidak kebagian untungnya,” ujarnya.


BACA JUGA : Tiga Desa Terisolir di Kecamatan Pasir Kuda Kabupaten Cianjur Berangsur Normal


Petani berharap harga gabah kering pungut minimal mencapai Rp 5.500 per Kilogram. Syukur-syukur kalau harganya bisa mencapai Rp 6 ribu atau lebih per Kilogram. Supaya jerih payah para petani yang menanam padi ada untungnya.

“Mudah-mudahan kita berharap harga padi atau gabah minimal Rp 5.500 per kilogram,” ujar Mamat. (Yan)



BACA JUGA :Tebing Samping Longsor Menimpa Rumah di Kabupaten Tasikmalaya


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait