Disperdagin Kabupaten Bogor Fokus Terhadap Pembinaan IKM untuk Meningkatkan Iklim Usaha

Jawa Barat —Rabu, 20 Jan 2021 13:37
    Bagikan:  
Disperdagin Kabupaten Bogor Fokus Terhadap Pembinaan IKM untuk Meningkatkan Iklim Usaha
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, Dr. Nuradi, SH, MM, M.Hum. (Poskota)

POSKOTAJABAR, CIBINONG.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor fokus terhadap pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM). Ini dilakukan Disperdagin dalam rangka meningkatkan dan menaikkan kualitas dan kuantitas para pengusaha serta iklim usaha di wilayah Kabupaten Bogor yang cukup heterogen.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, Dr. Nuradi, SH, MM, M.Hum, mengungkapkan, sesuai dengan pembagian tugas dengan pihak Provinsi Jawa Barat, Disperdagin Kabupaten Bogor hanya mempunyai kewenangan untuk jenis dan pengusaha IKM yang besaran modalnya Rp. 10 Miliar sampai dengan Rp. 15 Miliar.

"Di kelompok IKM ini banyak sekali jenisnya. Dari pengusaha kedai kopi, makanan, bengkel, industri, hingga berbagai pabrik seperti garmen dan lain-lain semuanya ada. Ini kita bina dengan upaya peningkatan kemampuan pekerja atau karyawannya serta peningkatan kualitas produksinya. Kemudian kita arahkan supaya mereka mereka memiliki label dan perizinan, juga sertifikat halal jika menyangkut industri makanan. Yang tak kalah penting adalah mengembangkan usaha dengan cara mempromosikan produk yang bersangkutan," ungkap Nuradi kepada POSKOTAJABAR, Selasa (19/01/2021).

BACA JUGA:  Down Town Washington DC Berubah Menjadi Military Zone untuk Pengamanan Pelantikan Joe Biden

Selain itu, lanjut Nuradi, dalam pengembangan IKM ini pihak Disperdagin melakukan pelatihan-pelatihan di berbagai bidang, sesuai jenis usaha yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kuialitas industrinya sendiri. Misalnya, pembinaan terhadap montir untuk bengke-bengkel. Pihak Disperdagin membantu menyediakan tenaga akhli dan juga peralatan seperti motor bekas untuk dijadikan media atau alat yang dijadikan objek perbaikan. Atau mereka yang membuka kedai makanan dan kopi, dibantu peralatannya. 

Menurut Nuradi, Diperdagin mempunyai tugas dalam pengadaan dan penyaluran (dalur) serta pengawasan untuk barang-barang yang dibutuhkan masyarakat seperti pupuk dan gas (LPG) serta bahan-bahan pokok untuk masyarakat seperti beras, gula, minyak, telor, dan lain-lain. "Disini kita melakukan pengawasan dari pengadaan dan harganya. Pengadaannya tidak boleh monopoli dan harganya sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan," kata Nuradi.

Pemantauan perdagangan juga dilakukan pihak Disperdagin ke pusat-pusat perdagangan, pasar, mol, super market, mini market dan lain-lain. Disperdagin juga punya tanggung jawab dalam upaya mengembangkan pasar rakyat. Diungkapkan, di Kabupaten Bogor ada 40 kecamatan dan yang baru memiliki pasar rakyat sebanyak 29 kecamatan. Sedangkan, untuk pengelolaannya diserahkan Perum Tohaga. Disperindag sendiri hanya menyediakan sarana dan prasarana.

Tugas lain dari Disperindag, tutur Nuradi, menjadi seksi ekspor dan impor yaitu melayani penerbitan surat keterangan asal (SKA). Surat ini dibutuhkan oleh para eksportir dan importir yang diberikan oleh Disperdagin. 

Yang tidak kalah penting adalah bidang tertib tata niaga. Disperindag juga punya tanggung jawab untuk mengawasi bidang meterologi yaitu setiap alat ikur yang dimiliki oleh perusahaan. "Seperti SPBU, timbangan di pasar-pasar dan toko-toko, literan, dan lain-lain. Ini juga harus diawasi karena ada masa berlakunya yaitu ada yang setahun dan ada yang dua tahun," tutur mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor itu.

BACA JUGA:  Petani Indramayu Kesulitan Akibat Harga Pupuk dan Ongkos Tandur Naik

Bina tertib tata niaga ini, lebih ditujukan kepada perlindungan konsumen terkait masa kadaluwarsa suatu produk, terutama makanan dan minuman. Jangan sampai makanan dan minuman itu mengandung pengawet seperti borak, formalin, dan lain-lain.

"Sejalan dengan meningkatnya perkembangan perekonomian, perdagangan dan perindustrian telah memberi kontribusi yang luar biasa terhadap masyarakat selaku konsumen, dengan beragamnya variasi produk barang dan jasa yang beredar di masyarakat yang biasa dikonsumsi. Permasalahan yang dihadapi konsumen, tidak hanya sekedar bagaimana memilih barang. Tetapi jauh lebih kompleks, terutama yang menyangkut pada kesadaran semua pihak, baik pengusaha, pemerintah maupun masyarakat itu sendiri, tentang pentingnya perlindungan konsumen," jelas Nuradi. (nang's)


Editor: Setiawan
    Bagikan: