Satgas Anti Rentenir Kota Bandung Fasilitasi dan Berikan Solusi Kepada Para Korban

Jawa Barat —Rabu, 20 Jan 2021 15:13
    Bagikan:  
Satgas Anti Rentenir Kota Bandung Fasilitasi dan Berikan Solusi Kepada Para Korban
Wakil Walikota Bandung, H. Yana Mulyana (kedua dari kiri), bersama Tim Satgas Anti Rentenir Kota Bandung. (Humas Pemkot Bandung)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Satgas Anti Rentenir Kota Bandung telah melayani sekitar 5.720 pengaduan dari warga yang terjerat atau menjadi korban rentenir. Namun, diperkirakan masih banyak warga yang enggan mengadu, sejak terbentuk tiga tahun lalu.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, berharap Satgas Anti Rentenir bisa lebih aktif lagi melayani berbagai pengaduan dari masyarakat yang menjadi korban rentenir.

Karena visi Satgas Anti Rentenir berkesinambungan dengan janji politik Wali Kota Bandung, Oded M. Danial bersama Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana untuk membantu masyarakat yang terjerat rentenir.

"Ini seperti puncak gunung es. Kelihatannya di permukaan itu tidak banyak, mungkin banyak yang malu atau seperti apa. Ini juga harus terus sosialisasi, mungkin banyak juga yang belum tau Satgas Anti Rentenir," katanya ketika menerima Satgasus Rentenir Kota Bandung di Ruang Rapat Wakil Walikota, Balai Kota Bandung.



Menurut Yana, Satgas Anti Rentenir bisa memfasilitasi orang-orang yang terjerat rentenir. Sehingga orang tersebut bisa menyelesaikannya lewat bantuan lembaga keuangan atau yang lainnya.

"Saya pikir ini merupakan suatu keberanian dengan membentuk Satgas Anti Renternir. Mudah-mudahan bisa melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga agar tidak tertarik ke rentenir. Tapi jangan sampai ekspektasi masyarakat juga terlalu tinggi. Seperti penyelesaian pembayaran atau pembiayaan, padahal tidak," lanjutnya." ucap.


Yana berharap, Satgas Anti Rentenir juga bisa bekerja sama dengan dinas, lembaga, atau Instansi lainnya dalam membantu para korban rentenir. Kemungkinan orang tertarik ke rentenir karena ke bank itu banyak persyaratan, seperti jaminan. Padahal, tidak semua orang bisa menjaminkan sesuatu.

"Seperti Bank Bandung, misalnya. Jadi, teman-teman bisa memfasilitasi yang punya masalah, tapi kita harus punya juga solusinya," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Satgas Anti Rentenir, Atet Dedi Handiman, yang juga Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) Kota Bandung, mengatakan, Dinas KUKM juga merasa terbantu dengan hadirnya Satgas Anti Rentenir. Terutama, di Bidang Pengawasan Koperasi, sehingga koperasi-koperasi yang tadinya berkedok rentenir ada informasi ke kami sehingga langsung dievaluasi.

"Memang menjadi feedback bagi kami mengevaluasi dan mengawasi, walau pun ternyata koperasinya berada di luar Bandung. Jadi, permasalahannya di sini dan itu akhirnya bukan kewenangan kita," katanya.


Menurut Atet, pihaknya juga bersama dinas lain akan mengkoordinasikan terkait kebutuhan para peminjam. Yaitu mencari alternatif pembiayaan atau sumber dana, serta dengan program yang ada di dinas. Misalnya ada yang meminjam uang untuk pendidikan, padahal ada akses pendidikan gratis atau program beasiswa. Nanti, ke depan bisa dikonsultasikan ke Dinas Pendidikansehingga ada jalan keluar.

"Kemudian, untuk modal usaha. Ada dari Baznas, misalnya. Ada juga yang perlu dibina seperti orang yang kecanduan berutang, bisa disampaikan untuk konsultasi dengan pemberdayaan keluarga, bagaimana cara mengatur perekonomian rumah tangga agar tidak konsumtif," tuturnya.

Satgas Anti Rentenir mempunyai visi mewujudkan Kota Bandung bebas rentenir dengan membantu para korban rentenir. Termasuk memverifikasi serta mengawasi rentenir berkedok koperasi. Dari segi latar belakang, rata-rata yang jadi korban ibu-ibu. Sekitar 40 persennya pelaku usaha. (nang's)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait