Demi Hidupi Keluarga, Jubaidah Rela jadi Timer Bus hingga Driver Ojek Online

Gaya Hidup —Rabu, 20 Jan 2021 16:03
    Bagikan:  
Demi Hidupi Keluarga, Jubaidah Rela jadi Timer Bus hingga Driver Ojek Online
Driver ojol, Jubaidah alias Mak Bedah. (foto:rizal)

POSKOTAJABAR, JAKARTA.

Sebelum menjadi seorang driver ojek online (ojol), Jubaidah menekuni profesi sebagai antar jemput anak sekolah. Terkadang juga kerja serabutan.

"Bila malam terkadang saya ikut teman jadi timer mobil luar kota (bis) untuk tambahan biaya anak," kata ibu yang mempunyai dua putri dan satu anak ini.

Dengan menjadi driver ojol, Jubaidah mengungkapkan, dirinya sudah mempunyai pekerjaan yang disenanginya. Alasannya, banyak bertemu orang dan teman pun kian banyak.

 

BACA JUGA : Banjir Bandang Menerjang Kawasan Puncak Bogor, 474 Warga Dievakuasi

 

"Saya sangat senang ada Ojol bisa ketemu dengan banyak orang, seperti customer dan teman ojol lainnya dan tentu dengan bermacem karakter," kata wanita yang akrab disapa Mak Bedah atau Mbak Edah ini.

Meski merasa asyik menjadi driver ojol, namun dirinya pernah memgalami masa duka di kala mendapatkan pelangan yang reseh, berikan alamat salah, namun ketika ditanya malah marah.

"Padahal saya sudah sopan menjelaskannya," papar wanita kelahiran Serang, 23 Mei 1976 ini.

Yang lebih menyakit hatinya, ketika suatu hari mendapat orderan fiktif dengan nominal yang tidak sedikit, yakni Rp800 ribu. Mak Bedah pun sempat menitikkan air mata atas kejadian itu.

 

BACA JUGA : Presiden Jokowi Tinjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang Hancur Akibat Gempa

 

"Begitu tega ya melakukan seperti itu," katanya dengan menarik napas panjang.

Meski begitu, Mak Bedah juga sering mendapat pelangan yang baik budi dengan memberikan tip yang cukup lumayan.

Wanita yang beralamat di Kapuk Utara, Kebon Sayur RT 001/03, Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara ini, juga aktif dalam kegiatan sosial dari komunitas Ojol. "Kebetulan saya Ketua dari Komunitas Keting 19 yang berada di wilayah Teluk Gong, Penjaringan," katanya.

Sejak adanya pandemi, seperti usaha lainnya, pendapatan driver ojol pun terpuruk. Mak Bedah yakin ojol akan tetap bisa bertahan.

"Karena masyarakat sangat membutuhkan. Saya pun sangat membutuhkan pekerjaan ini sebagai driver untuk keluarga kecilku," tutup wanita yang menjadi dirver ojol sejak 2015 ini. (rizal/ys)

Editor: Dikki
    Bagikan:  


Berita Terkait