MUI Jabar Bantah Dapat Dana Hibah Operasional Rp 6 Miliar

Jawa Barat —Rabu, 20 Jan 2021 17:12
    Bagikan:  
MUI Jabar Bantah Dapat Dana Hibah Operasional  Rp 6 Miliar
Ketum MUI Jabar Rahmat Syafei (kiri) dan Sekum MUI Jabar Rafani Akhyar (kanan) (Foto : Aris)
POSKOTAJABAR, BANDUNG

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) mengakui tahun anggaran (TA) 2019 mendapat dana hibah dari Provinsi. Namun, untuk point dana operasional, nilainya tidak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Sekretaris Umum MUI Jabar,  Rafani Akhyar mengatakan,  benar TA 2019 dapat dana hibah Rp 3,5 miliar untuk renovasi kantor dan pekerjaan interior.

"Saya jelaskan tahun 2019, MUI itu mendapat dana hibauhuntuk dua pos. Pos pertama ini hasilnya (baca--gedung tempat wawancara berlangsung), Rp3,5 miliar," katanya saat ditemui di Kantor MUI Jabar Jl R.E. Martadinata, Kota Bandung, Rabu (20/01/2021).




Gedung ini, jelas Sekum Rafani, diresmikan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

"Pak Gubernur waktu ngeresmikan ke sini, dia kan transisi ya. Beliau meresmikan, tapi tidak ikut proses awalkan," terangnya.

"Kata pak Gubernur. Ini benar Rp3,5 miliar dapat segini," katanya mengenang apa yang ditanyakan Ridwan Kamil.

"Ia pak, Alhamdulillah, termasuk mebeler," ujarnya.




Soal dana operasional, Sekum Rafani membantah kalau MUI Jabar dikatakan mendapat dana operasional senilai Rp 6 miliar. Dana operasional yang diterima hanya Rp 2,5 miliar.

"Yang kedua, dana operasional kita Rp 2,5 miliar. Jadi Rp 6 miliar semua. Jadi kalau tadi disebutkan operasional Rp 6 miliar, salah. Yang benar operasional Rp2,5 miliar, pembangunan Rp3,5 miliar jadi Rp 6 miliar," terangnya.

Jadi salah ya, pak kalau dikatakan MUI Jabar mendapat dana hibah untuk operasional senilai Rp 6 miliar.

"Jadi mungkin, itu disamakan pak. Disatukan, jadi bangunan dengan operasional disatukan," elaknya.




Padahal, DIPA  yang didapat  bunyinya, Renovasi Rp 3,5 miliar dan operasional Rp 6 miliar?

"Itu mungkin gini, kalau ada DIPA kayak gitu. Saya dengar di proses awal memang ada wacana. Sok Rp 6 miliar, juga dikasih gitu. Tapi kami menyatakan kesiapan nggak sanggup kalau diberi, apa namanya, dana operasional Rp 6 miliar," ungkapnya.

Ketum MUI Jabar Rahmat Syafei yang ikut mendampingi Sekum Rafani saat wawancara berlangsung menengahi.

"Mengenai bantuan dari provinsi TA 2019 itu yang benar Rp 3,5 miliar untuk bangunan dan seluruhnya. Itu sudah dilaksanakan dan sudah laporan, seperti kewajiban kami melaporkan dana itu, karena sudah selesai," terangnya.




Adapun mengenai bantuan Operasional MUI senilai Rp  6 miliar, tidak benar. "Yang benar Rp 2,5 miliar," tambahnya.

Ditanya apakah Ketum MUI mengetahui tentang surat permohonan wawancara yang dilayangkan sejak 22 Desember 2020, lalu. Ketum MUI dengan tegas mengatakan, tidak mengetahui.

"Tidak, saya baru tahu dari pembicaraan ini. Permohonan wawancara ini saya respon karena ditanyakan langsung ke saya via telepon," terangnya.

"Mungkin di sekretariat, kalau saya tahu dari awal, pasti sudah saya respon. Karena inikan sensitif," pungkasnya. (Aris)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait