Seorang Pedagang Positif Covid-19, Pasar Tradisional di Kalipucang Pangandaran Ditutup 2 Hari

Jawa Barat —Kamis, 21 Jan 2021 06:49
    Bagikan:  
Seorang Pedagang Positif Covid-19, Pasar Tradisional di Kalipucang Pangandaran Ditutup 2 Hari
Pasar Kalipucang ditutup Satgas Penanganan Covid -19 Kecamatan Kalipucang lantaran ada seorang pedagang yang terkonfirmasi positif. (foto:drY)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Satgas Covid-19 Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang terdiri dari unsur Camat, Polsek, Koramil dan Puskesmas Kalipucang  terpaksa menutup pasar tradisional Kalipucang, Rabu (20/01/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun POSKOTAJABAR, penutupan pasar ini disebabkan, adanya seorang pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan masih menjalankan aktivitas dagangnya. Pasar ditutup dengan ditandai tali plastik yang diikatkan terbentang menyerupai police line.

Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Kalipucang, Nana Sukarna menyebutkan, penutupan pasar Kalipucang ini sipatnya sementara dikarenakan ada satu pedagang terkonfirmasi positif Covid-19 dan yang bersangkutan juga telah merasakan gejala tapi masih dagang.

"Atas dasar itu, sehingga kami memutuskan untuk menutup pasar Kalipucang yang dibantu oleh Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas termasuk Himpunan Pedagang Pasar Kalipucang (HPPK)," ujarnya kepada wartawan disela-sela penutupan pasar Kalipucang, Rabu (20/01/2021).



Kata dia, kemarin juga sudah dimusyawarahkan dan disepakati bersama untuk pasar Kecamatan Kalipucang ditutup sementara selama dua hari terhitung sejak hari ini Rabu sampai dengan Kamis besok," katanya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Nana mengatakan, pihaknya juga melibatkan unsur BPDB Kabupaten Pangandaran untuk melakukan sterilisasi di lokasi pasar Kalipucang.




"Hari ini juga kita lakukan sterilisasi dengan penyemprotan cairan disinfektan yang dibantu oleh BPBD berikut dengan anggota Danramil dan Polsek serta beberapa relawan lainnya," tuturnya.

Nana mengimbau, kepada pedagang yang positif Covid-19 tersebut diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Selama isolasi mandiri yang bersangkutan tentunya tidak lupa dari pantauan satgas desa setempat," pungkasnya. (dry)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait