153 Ribu Tenaga Kesehatan di 27 Kota dan Kabupaten se Jabar akan Mendapatkan Vaksinasi

Jawa Barat —Kamis, 21 Jan 2021 10:18
    Bagikan:  
153 Ribu Tenaga Kesehatan di 27 Kota dan Kabupaten  se Jabar akan Mendapatkan Vaksinasi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjelaskan mengenai Vaksin Covid-19 di alun-alun Singaparna. (foto:Kris)

POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dalam waktu dekat ini, akan segera melakukan distribusi tahap dua vaksin Covid-19 ke kabupaten/kota se Jawa Barat.  Daerah yang akan dapat, pada tahap dua adalah diantaranya  Kabupaten Tasikmalaya.

Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil setelah melakukan Operasi Yustisi di Kabupaten Tasikmlaya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, vaksin diperkirakan akan sampai ke Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (22/01/2021). Karena itu, daerah harus mempersiapkan manajemen vaksinasi jelang pelaksanaan.

"Vaksin akan datang ke Kabupaten Tasikmalaya hari Jumat dan Kabupaten Tasikmalaya, masuk tahap dua, setelah tahap satu sudah di lakukan di tujuh kabupaten/kota sejawa Barat," katanya, Rabu(20/01/2021)


BACA JUGA : Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Warga di Saluran Irigasi Sukaraharja Kabupaten Tasikmalaya


Ia mengatakan, sebanyak 153 ribu tenaga kesehatan (nakes) di 27 kabupaten/koya di Jabar yang akan mendapat vaksinasi pertama. Ia menargetkan, dalam satu bulan ini seluruh nakes itu sudah selesai divaksinasi. 
 
Setelah vaksinasi pada nakes selesai dilakukan, selanjutnya adalah aparat TNI/Polri dan profesi yang rawan terhadap penularan Covid-19. Baru setelah itu, vaksinasi dilakukan kepada masyarakat umum yang sesuai kriteria.


BACA JUGA :Satgas Anti Rentenir Kota Bandung Fasilitasi dan Berikan Solusi Kepada Para Korban


Ridwan Kamil, mengatakan, pemerintah daerah yang melakukan vaksinasi pada tahap kedua ini harus mengambil pelajaran dari pelaksanaan vaksinasi tahap pertama. Salah satunya, ketidakhadiran nakes yang sudah diwajibkan datang.

"Kami akan meminta pusat terkait data-datanya. Kalau ada yang tidak datang kami bisa lacak, serta vaksin ini harus bisa dimanfaatkan sebaiknya, karena vaksin harganya mahal," terangnya. (Kris)



BACA JUGA : Deddy Corbuzier Sebut Ramalan Mbak You Bohong dan Memintanya untuk Minta Maaf


Editor: Suherlan
    Bagikan: