Potongan Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air Ditemukan Warga di Pantai Kiss

Jawa Barat —Kamis, 21 Jan 2021 10:50
    Bagikan:  
Potongan Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air Ditemukan Warga di Pantai Kiss
Pantai Kiss, lokasi ditemukannya potongan tubuh manusia diduga korban Sriwijaya Air. (Toga)

POSKOTAJABAR, JAKARTA

 Potongan tubuh manusia ditemukan warga di Pantai Kiss, Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kapolsek Pakuhaji, AKP Dodi Abdul Rohim mengatakan, potongan tubuh yang ditemukan warga sekitar pukul 13.00 WIB itu diduga korban dari kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Sekitar pukul 14.00 WIB kami mendapat laporan dari warga adanya temuan bagian tubuh manusia dan saat itu kita langsung cek ke TKP," ujar Dodi, Rabu (20/1/2021).

BACA JUGA : Satgas Anti Rentenir Kota Bandung Fasilitasi dan Berikan Solusi Kepada Para Korban

Dodi mengatakan potongan tubuh itu diyakini merupakan korban Sriwijaya Air, lantaran lokasinya yang berdekatan dengan Pulau Lancang dan Pulau Laki di perairan Kepulauan Seribu.

"Kenapa kita yakini itu (bagian tubuh) korban Sriwijaya Air karena posisi pantai Kiss ini berdekatan dengan Pulau Lancang dan Laki, bahkan dari sini kelihatan. Tapi yang menentukan itukan DVI Mabes Polri," katanya.

Dodi mengatakan, pihaknya telah menyerahkan potongan tubuh itu ke Posko Basarnas di Mauk.

"Tadi sudah kita serahkan ke posko Basarnas yang di Mauk (Tanjung Kait) nanti mereka bawa ke posko yang di pusat untuk proses identifikasi," jelasnya.

BACA JUGA : Deddy Corbuzier Sebut Ramalan Mbak You Bohong dan Memintanya untuk Minta Maaf

Sementara, Mamat warga sekitar pantai Kiss, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang mengaku tidak mencium bau amis ketika menemukan tempurung kepala manusia itu.

Dirinya langsung membungkus potongan kepala tersebut dengan plastik dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

"Yang pertama menemukan itu keponakan saya yang bernama Angga. (saat ditemukan) nggak ada bau amis sama sekali. Akhirnya saya lapor ke Polsek dan akhir polisi datang ke lokasi sekitar setengah jam," jelasnya. (toga/tha)

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait