Gubernur Ridwan Kamil, Puskesmas Tinewati akan dijadikan Percontohan di Jawa Barat

Jawa Barat —Kamis, 21 Jan 2021 12:30
    Bagikan:  
Gubernur Ridwan Kamil, Puskesmas Tinewati akan dijadikan Percontohan di Jawa Barat
Petugas UPT Puskesmas Tinewati menyapa Gubernur Jawa Barat dari jarak jauh, ketika gubernur mengunjungi puskemas ersebut. (foto:ist)
POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.

Setelah melakukan Kunjungan Ke Tasikmalaya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau fasilitas perawatan di Puskesmas Tinewati, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya yang dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 bergejala ringan, Rabu (20/01/2021).

Puskesmas Tinewati pernah merawat pasien positif Covid-19, dalam peninjauan Gubernur kebetulan dalam peninjauan tersebut ada beberapa pasien positif sedang melakukan perawatan intensif dari pihak tim medis.

Dari pantauan selama setengah jam, Gubernur  Jabar  memastikan Puskesmas Tinewati yang memiliki fasilitas lengkap dan terawat ini akan dijadikan percontohan puskesmas lain di Jawa Barat.

“Saat kami monitor fasilitas Puskesmas sangat baik dalam kesederhanaannya, bersih dan berhasil menjadi percontohan,” ujar Gubernur Jabar  yang akrab disapa Kang Emil.



Ia pun mengapresiasi sebab tak hanya Puskesmas Tinewati saja melainkan ada delapan puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki fasilitas serupa dan pernah merawat pasien.

“Saya apresiasi dan Kita akan upayakan agar fasilitas puskesmas seperti paripurnanya Tinewati bisa dijadikan standar di seluruh kota, kabupaten di Jabar,” kata Emil.

Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, katanya, siap menambah fasilitas di ruang isolasi seperti tempat tidur dan penunjang lainnya bagi puskesmas yang kekurangan peralatan.

"Kabupaten/kota untuk siapkan kasur dan lainnya,” ujar Ridwan Kamil.




Apablila makin banyak puskesmas dijadikan tempat isolasi pasien bergejala ringan maka beban di rumah sakit akan turun. Dan jika masih banyak orang bergejala ringan dirawat di rumah sakit, maka tingkat keterisian rumah sakit akan tetap tinggi. 

“Pasien yang bergejala sedang-berat banyak yang tidak mendapat tempat, termasuk kejadian di Depok yang tidak mendapat ruangan karena penuh dan akhirnya meninggal dunia. Ini harus dijadikan pelajaran dan tidak boleh terjadi lagi di daerah manapun,” tegasnya.

Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, mulai tahun 2021 ruang isolasi pasien Covid-19 harus sudah berbasis kecamatan.

Hal ini untuk mengantisipasi tingginya angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian ruang perawatan di rumah sakit akibat bertambahnya kasus Covid-19.




Ridwan Kamil mengatakan, sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, pihaknya harus memastikan Puskesmas di setiap kecamatan siap untuk menampung pasien Covid-19 bergejala ringan.

“Untuk gejala ringan kita akan menggeser dulu ke tiap Kecamatan dan harus ada ruang isolasi karena tahun 2021 arahan dari Presiden ruang isolasi harus sudah berbasis kecamatan, jadi per kecamatan harus ada satu,” tuturnya.




Sementara, itu Kepala UPT Puskesmas Tinewati ,  Hj. Dais Nuronia saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, rasa syukurnya, Puskesmas Tinewati telah di tinjau oleh pak Gubernur Jawa Barat, yang mana dalam peninjauan tersebut Puskesmas Tinewati, ditunjuk sebagai Puskesmas percontohan di Jawa Barat.

" Ini, merupakan kebanggaan bagi kami dan untuk Kabupaten Tasikmalaya," singkatnya. (Kris)





Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait