Antisipasi Bencana, BPBD Kota Sukabumi Nonstop Siagakan Personel

Jawa Barat —Kamis, 21 Jan 2021 14:55
    Bagikan:  
Antisipasi Bencana, BPBD Kota Sukabumi Nonstop Siagakan Personel
Ilustrasi: Pemadam Kebakaran BPBD Kota Sukabumi saat menangani bencana kebakaran di Jln Kh. A. Sanusi, Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. (foto:doc)

POSKOTAJABAR, SUKABUMI.

Badan Penanggualan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi masih bersiaga untuk mengahadapi berbagai kemungkinan bencana yang terjadi. Sedikitnya, BPBD setempat menyiapkan 6 orang personel yang berjaga per 12 jam.

"Status siaga bencana sampai bulan Maret mendatang, kita siapkan 6 personel per 12 jam. Jadi setiap hari nonstop ada personil kita yang siaga," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani, saat dihibungi melalui aplikasi perpedanan whatsapp, Kamis (21/01/2021).

Sementara untuk personel lainnya, pihaknya mempunyai relawan kemanusian yang terdiri dari beberapa elemen. Seperti, PMI, Baznas, karang taruna, orari dan lainnya.

"Relawan kemanusiaan itu berada dalam wadah  forum pengurangan resiko bencana. Kita berkolaborasi dengan mereka untuk penanganan bencana," jelasnya.


BACA JUGA : Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Warga di Saluran Irigasi Sukaraharja Kabupaten Tasikmalaya


Di Kota Sukabumi, lanjut Imran, wilayah yang diwaspadai resiko paling tinggi bencana berada di Kecamatan Cikole, seperti Kelurahan Subang Jaya, Cisarua. Soalnya konstur tanahnya itu naik turun.

"Bencana longsor, angin kencang dan bahkan bencana lainnya. Paling resikonya tinggi di wilayah tersebut," jelas dia.


BACA JUGA : Potongan Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air Ditemukan Warga di Pantai Kiss



Sedangkan untuk wilayah dengan resiko rendah, sambung Imran,  berada di Kecamatan Cibeureum. Wilayah ini bisa dikatakan relatif paling rendah dari segala kategori bencana.

"Makanya kawasan pemerintah itu ada diwilayah Cibereum karena dalam kajian resiko bencana paling rendah,"pungkasnya. (Hendra).



BACA JUGA : Deddy Corbuzier Sebut Ramalan Mbak You Bohong dan Memintanya untuk Minta Maaf


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait