Mobil Fin Komodo Buatan Cimahi Berhasil Memenangkan Grand Award IGDS 2020

Jawa Barat —Kamis, 21 Jan 2021 14:57
    Bagikan:  
Mobil Fin Komodo Buatan Cimahi Berhasil Memenangkan Grand Award IGDS 2020
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, ketika menguji coba kendaraan Fin Komodo poroduksi PT Fin Komodo Teknologi Cimahi, Jawa Bara

POSKOTAJABAR, JAKARTA.

Mobil Fin Komodo, yang didesain oleh Ibnu Susilo dari PT Fin Komodo Teknologi yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat, berhasil memenangkan penghargaan Grand Award IGDS 2020 kategori Design Product,  dengan mengalahkan ratusan peserta lainnya. Lomba ini diselenggarakan oleh  Kementerian Perindustrian dalam acara yang dikemas dalam "Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2020".

Ajang ini bertujuan untuk menjaring para desainer lokal agar menciptakan desain produk industri yang inovatif, berkualitas dan berkarakter Indonesia. “Salah satu pemenangnya adalah PT Fin Komodo Teknologi yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat, dengan menciptakan desain Fin Komodo KD 250 X,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, di Jakarta, Rabu (20/01/2021).

Fin Komodo, yang didesain oleh Ibnu Susilo, memenangkan penghargaan Grand Award IGDS 2020 kategori Design Product dengan mengalahkan ratusan peserta lainnya.

BACA JUGA:  Banjir Bandang Kembali Melanda Tanah Air, Terjang Paniai Papua

Fin Komodo adalah kendaraan roda empat yang dirancang khusus untuk melintasi medan terjal, namun didesain dengan kenyamanan bak mobil sedan. “Desain suatu produk benar-benar sangat memengaruhi selera pasar. Misalnya, produk industri kalau sudah ada desainnya, tentunya pasti diikuti pengemarnya,” kata Gati.

Sejak tahun 2018, PT Fin Komodo telah memproduksi delapan mobil multiguna Fin Komodo untuk pengguna dalam dan luar negeri. Mobil ini sengaja diciptakan dengan menggabungkan teknologi pesawat terbang dan kendaraan darat sehingga suspensinya terasa lentur, ringan, dan lincah.

Bobot mobil yang sekilas mirip Jeep terbuka ini hanya 420 kilogram. Penggunaannya pun cukup mudah, begitu pula perawatannya. "Di level Asia, kalau produk kita sudah dilirik oleh acara-acara di luar negeri, berarti dia punya daya saing. Kalau sudah dapet penghargaan IGDS, daya saingnya pasti bisa lebih meningkat," ungkap Gati.

Dibandingkan mobil outdoor lainnya, harga Fin Komodo cukup kompetitif. Per unitnya dibanderol hanya Rp110 juta. Fin Komodo sudah banyak dicoba oleh para penggemar olah raga off road. Selain itu, kendaraan ini diharapkan bisa digunakan sebagai kendaraan penghubung wilayah pedesaan atau di daerah terpencil.

“Dengan demikian, percepatan pemerataan ekonomi di perdesaan bisa tercapat dengan mobilisasi yang ditunjang oleh kendaraan multifungsi seperti Fin Komodo,” tegas Gati.

BACA JUGA:  Puluhan ASN Terpapar Covid-19 Pelayanan Puskesmas Puspahiang Ditutup selama 7 hari

Pengamat Desain Otomotif, Rudi Budiman, sekaligus Juri IGDS 2020, menilai Fin Komodo mampu menjadi tonggak desain kendaraan multiguna di Tanah Air. “Kehadirannya menjawab semua kebutuhan area rural dan sangat berpotensi untuk pengembangan desiain yang lebih spesifik,” ujar Rudi.

Selain untuk mobilitas masyarakat, Fin Komodo dinilai dapat digunakan untuk kendaraan TNI dalam upaya menjaga wilayah perbatasan. Para penjaga hutan pun dapat memanfaatkan mobil ini untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan lantaran karena Fin Komodo mampu menjelajah kubangan dan tanah terjal dengan performa yang baik.

“Mobil ini juga bisa dipakai untuk evakuasi, penunjang kegiatan pertanian, pertambangan, perkebunan, dan kegiatan lain yang tidak dapat dijangkau kendaraan konvensional,” terang Rudi.

Tak heran, dengan beragam keunggulan itu, Fin Komodo berhasil mengantongi penghargaan tertinggi IGDS 2020. Ajang yang telah dimulai sejak tahun 2001 ini merupakan wujud apresiasi Kemenperin kepada insan kreatif yang mampu menciptakan desain produk terbaik dan inovatif. Tujuannya agar produk tersebut mampu bersaing secara global. (tri)

Editor: Setiawan
    Bagikan: