Kenaikan Harga Daging Sapi Menyulitkan Pedagang di Kabupaten Cianjur

Jawa Barat —Kamis, 21 Jan 2021 17:56
    Bagikan:  
Kenaikan Harga Daging Sapi Menyulitkan Pedagang di Kabupaten Cianjur
Loss pedagang daging sapi di salah satu pasar tradisional Cianjur tampak sepi pembeli, Kamis (21/1/2021).(foto:Nuki)
POSKOTAJABAR, CIANJUR.

Harga daging sapi di sejumlah pasar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga dari Rp110 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram yang diakibatkan adanya kelangkaan daging sapi. 

Hendrik Ferdiansyah, seorang pedagang daging sapi di Pasar Induk Cianjur, mengatakan, kenaikan harga daging tersebut sudah terjadi sejak empat hari yang lalu. 

Sejumlah padagang daging sapi pun terpaksa melakukan mogok berjualan lantaran sepi pembeli akibat imbas dari kenaikan harga. 

"Harga daging sapi normalnya Rp110 ribu per kilogram, namun kemarin naik jadi Rp120 ribu per kilo. Jadi naik Rp10 ribu",ujarnya, Kamis (21/01/2021). 




Kemarin lanjut Hendrik, pedagang sempat mogok dagang selama dua hari akibat tidak ada pembeli.Tapi karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akhirnya berdagang kembali.

"Hari ini kita terpaksa berjualan lagi karena kebutuhan. Kita juga terpaksa menaikan harga namun pembeli sepi. Adapun yang beli mereka pada protes," katanya. 




Sementara Ahmad (42) seorang pembeli daging yang berprofesi penjual sate, mengatakan, dirinya juga mengalami sepi pembeli karena ia terpaksa mengurangi porsi sate nya. 

"Kita jual Rp 2 ribu per tusuk. Karena dagingnya naik saya pilih kurangi porsi na dengan tidak mengubah harga. Namun pembeli pada protes. Tapi mau gimana lagi kita kan jualan masa rugi. Akibatnya dalam sehari saya bisa jual tiga kilo sekarang hanya satu kilo," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperidag) Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra, membenarkan adanya kenaikan harga daging sapi di Cianjur.





Menurutnya kenaikan tersebut terjadi lantaran sulitnya pasokan daging sapi ke pasar-pasar yang ada di Cianjur. 

"Iya, kemarin naik karena pasokan  daging berkurang. Namun setelah kita cek sekarang sudah mulai membaik," katanya. (Nuki)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait