Bawaslu Kabupaten Pangandaran Periksa 19 Orang Saksi Dalam Dugaan Pelanggaran Kampanye

Jawa Barat —Jumat, 22 Jan 2021 06:55
    Bagikan:  
Bawaslu Kabupaten Pangandaran Periksa 19 Orang Saksi Dalam Dugaan Pelanggaran Kampanye
Suasana di dalam ruangan sentra Gakkumdu Kabupaten Pangandaran (foto: doc)

POSKOTAJABAR, PANGANDARAN. 

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran Jawa Barat menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Tahun 2020, berupa penyalahgunaan Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 dan penyalahgunaan wewenang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan menyampaikan, bahwasanya dugaan pelanggaran terkait dengan dugaan pelanggaran pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran  dilaporkan oleh seseorang berinisial J bersama dengan Tim Kuasa Hukum Paslon Nomor Urut 2 (dua) Aman.

"Kami telah menerima laporan dugaan pelanggaran pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, untuk itu kami harus segera menindaklanjutinya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," terang Iwan dalam pres rilisnya yang diterima POSKOTAJABAR, Kamis (21/01/2021).

 

 BACA JUGA : Pengendara di Ciamis Dikagetkan dengan Suara Tembakan Senjata Api


Tahap selanjutnya, kata dia, pihak Bawaslu melakukan penelitian dan pemeriksaan berkas lebih lanjut sebelum diregister.

 "Dan hari ini sudah diregister dan dibahas pada rapat dengan Sentra Gakkumdu," katanya.

 Menurut dia, selanjutnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku Bawaslu Pangandaran mempunyai waktu 3 hari untuk melakukan penanganan.

 "Bisa ditambah 2 hari apabila ada permintaan keterangan tambahan," jelasnya.

 

 BACA JUGA : Mayat Perempuan yang Ditemukan di Areal Persawahan Diduga Korban Pembunuhan

 

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran Nur Saeful mengatakan, sesuai aturan hukum yang berlaku Bawaslu akan memanggil para pihak untuk diklarifikasi.

“Sesuai Perbawaslu Nomor 8 tahun 2020 pasal 26, bahwa dalam proses pengkajian temuan dan laporan dugaan pelanggaran, Bawaslu dapat meminta kehadiran pelapor, terlapor, pihak yang diduga sebagai pelaku pelanggaran, serta saksi atau ahli untuk didengar keterangannya.” ungkapnya singkat.

 

 BACA JUGA : DPR RI Menyetujui Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Menjadi Kapolri


Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran,  Gaga Abdillah Sihab menambahkan, sesuai dengan hasil kajian Bawaslu Kabupaten Pangandaran bersama Tim sentra Gakkumdu bahwa Laporan dugaan pelanggaran dengan nomor 21/REG/LP/PB/Kab/13.27/I/2021 Bawaslu Kabupaten Pangandaran telah menerima dan memproses sesuai dengan regulasi dan perudang-undangan yang berlaku, adapun dalam laporan tersebut terlapor diduga melanggar Pasal 71 ayat (2) dan (3) JO Pasal 71 ayat (5) Undang-Undang nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi undang-undang, bahwa laporan tersebut tidak ditemukan bukti permulaan yang cukup.

"Bawaslu Kabupaten Pangandaran, telah mengklarifikasi dan mengumpulkan bukti-bukti dari pelapor dan terlapor serta saksi-saksi juga para pihak terkait untuk menemukan fakta-fakta dan bukti-bukti dugaan pelanggaran tersebut kemudian dibahas di sentra gakkumdu, bahwa terhadap laporan nomor: 21/REG/LP/PB/Kab/13.27/I/2021 perbuatan terlapor tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan sehingga laporan tersebut dihentikan proses penanganannya." paparnya.

 

 BACA JUGA : PPKM di Perpanjang, Berlaku 26 Januari-8 Februari

 

Gaga mengatakan, bahwa Bawaslu Kabupaten Pangandaran telah melayangkan 69 undangan klarifikasi, ada 19 saksi-saksi dan melibatkan pihak terkait yang dapat memenuhi undangan untuk dimintai keterangan.

 "Dalam melakukan kajian disamping bersama Tim sentra Gakkumdu, Bawaslu Kabupaten Pangandaran juga melibatkan keterangan ahli dari akademisi yakni Ahli Hukum Pidana pemilihan dan Hukum Tata Negara terkait penjelasan pasal-pasal yang disangkakan oleh pelapor, sehingga keputusan yang diambil betul-betul komprehensif hasilnya sesuai dengan regulasi perbawaslu yang mengatur," pungkasnya. (dry).

 

 BACA JUGA : Longsor Menutup Akses Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran Hingga Lumpuh Total

 


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait