Eksekusi Bangunan di Pangandaran Dijaga Ketat Ratusan Aparat Gabungan dan Jadi Tontonan Warga

Jawa Barat —Jumat, 22 Jan 2021 11:01
    Bagikan:  
Eksekusi Bangunan di Pangandaran Dijaga Ketat Ratusan Aparat Gabungan dan Jadi Tontonan Warga
Alat berat Loader saat mengeksekusi bangunan diatas lahan milik penggugat Herawati (foto: dry)
POSKOTAJABAR ,PANGANDARAN 

Ekseksusi pengosongan sebuah bangunan di jalan Merdeka Kecamatan Pangandaran, menjadi tontonan warga karena sempat menimbulkan kericuhan.

Eksekusi pengosongan lahan yang dilakukan jurusita Pengadilan Negeri Ciamis Berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Ciamis 16 Nopember 2020 No.05/Pdt.Eks/2020/PN Cms Jo.No.01/Pdt.Eks/2012/PN Cms Jo.No. 1796 K/Pdt/2010 jo. No. 348/Pdt/2009/PT Bdg Jo. No.4/Pdt.G/2009/PN Cms dilakukan Eksekusi pengosongan terhadap sebidang tanah dengan Sertipikat Hak Milik No. 1966/Desa Pananjung, seluas 580 M2(lima ratus delapan puluh meter persegi). menurut surat ukur tertanggal 04-07-2003 No. 400/ Pananjung/ 2003, yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis tertanggal 02 September 2009 tertulis atas nama 1. HERAWATI, 2.HERWOTO, 3. SUSI, 4. TITI HARYATI, 5. HERTIMAH;

Dimana sang pemilik bangunan yang diketahui bernama Icang, tidak menerima tindakan eksekusi pengosongan lahan tersebut. Padahal ia hanya sekedar mengontrak diatas lahan tersebut.

Pengadilan Negeri Ciamis sendiri sudah mengabulkan gugatan kepemilikan tanah yang sah atas nama Herawati binti Afandi Herwoto binti Afandi, Susi binti Afandi, Titi Haryati binti Afandi dan Hertimah binti Afandi.




Menurut pemilik tanah Herawati mengatakan, pihaknya melakukan gugatan pengosongan lahan tersebut karena pengontrak tidak lagi membayar sejak 2009 lalu.

"Dari 2004 sampai 2009 sudah habis kontrak tapi, nah dari 2009 sampai 2020 dia gak pernah bayar," ujarnya kepada wartawan dilokasi Eksekusi pengosongan bangunan, Kamis (21/01/2021).

Kata dia, sertifikat atas nama dirinya juga ada, sehingga menjadi bukti kuat untuk pengosongan lahan tersebut.

"Saya memperjuangkan tanah ini sudah lama banget, sejak tahun 2009 lalu," akunya.




Kata dia, total luas tanah tersebut adalah 580 meter persegi dan dirinya mengaku sudah lelah memperjuangkanya tanah tersebut.

"Dalam pengosongan lahan ini saya tidak mau ada apa-apa, pengennya cepat tuntas dan berjalan aman semuanya," harap Herawati.




Dia mengaku, tadinya juga sudah mau memberikan uang sebesar Rp 100 juta kepada pihak tergugat untuk pindah namun si pengontrak menolak.

"Saya tadinya juga mau secara kekeluargaan, bukan dengan cara (eksekusi,red) seperti ini," sebutnya.

Bangunan yang berada diatas tanah milik Hermawati tersebut akhirnya diratakan dengan tanah menggunakan alat berat loader dengan penjagaan ketat dari ratusan aparat TNI, Polri dan Satpol PP juga diturunkan dalam proses eksekusi lahan ini, agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. (dry)



Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait