Data Baru BNPB: 91 Orang Tewas Akibat Gempa di Sulbar

Jawa Barat —Jumat, 22 Jan 2021 13:37
    Bagikan:  
Data Baru BNPB: 91 Orang Tewas Akibat Gempa di Sulbar
Kondisi gempa di Sulawesi Barat. (ist /bnpb)

POSKOTAJABAR, JAKARTA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat data baru tentang jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Sampai Jumat (22/1/2021) pukul 02.00 WIB tercatat korban tewas akibat gempa sebanyak 91 orang. Sedangkan yang hilang 3 orang, luka berat 404, luka sedang 240, luka ringan 1.474 dan mengungsi 87.373.

"Sedangkan kerusakan infrastruktur, pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan di lapangan," terang dr Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

BACA JUGA : Pengendara di Ciamis Dikagetkan dengan Suara Tembakan Senjata Api

Kasrem Kolonel Yusuf Sampetoding mewakili Danrem 147 sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) Penanggulangan Bencana melaporkan bahwa saat ini kondisi Kabupaten Mamuju dan Majane sudah berangsur pulih dari hari ke hari.

"Berdasarkan dengan pendataan yang sudah dibuat oleh Dansatgas, beberapa fasilitas publik yang ada sudah mulai berfungsi kembali, keadaan sudah mulai berangsur membaik," ujar Yusuf dalam keterangannya terkait Penanganan Bencana Pasca Gempa M6,2 Sulawesi barat pada Rabu (20/1/2021).

Yusuf mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, beberapa toko sudah kembali dibuka dan mendapatkan penjagaan kepolisian.

"Beberapa toko sudah kembali buka dengan pengawasan ketat kepolisian. Kami berharap perekonomian di Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Mamuju maupun Majene bisa berangsur pulih, sehingga mayarakat bisa hidup dengan normal kembali," tuturnya.

BACA JUGA : Mayat Perempuan yang Ditemukan di Areal Persawahan Diduga Korban Pembunuhan

Berdasarkan data yang diperoleh pada Rabu (20/1/2021), Dansatgas memperoleh 318 titik pengungsian, di mana 299 berada di Kabupaten Mamuju dan 17 titik di Kabupaten Majene.

"Kami memperoleh data berupa 318 titik pengungsian, di mana 299 berada di Mamuju dan 17 titik di Majene. Untuk di Mamuju masih terus berlangsung pendataannya, sedangkan di Majene sudah lengkap semua," jelas Yusuf.

Personel yang dikerahkan dalam penanganan bencana gempa bumi di Sulawesi Barat, antara lain personel TNI berjumlah 1561 orang, Polri 744 orang, bahasa anak 100 orang, BPBD 100 orang, serta relawan kurang lebih 850 orang. Pendistribusian bantuan juga terus mengalir di beberapa instalasi penampungan yang di kirim melalui pesawat udara, perjalanan darat maupun kapal laut.

Selain itu Dansatgas juga mendapat bantuan berupa alat berat yang sudah tersebar di semua titik kerusakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan pembersihan di sekitar runtuhan bangunan. Yusuf berharap dalam waktu dekat reruntuhan bisa bersih seluruhnya. (johara/ys)o

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait