Suasana Haru Iringi Prosesi Tabur Bunga Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182 di Perairan Kepulauan Seribu

Jawa Barat —Jumat, 22 Jan 2021 15:11
    Bagikan:  
Suasana Haru Iringi Prosesi Tabur Bunga Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182 di Perairan Kepulauan Seribu
Keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182 mengikuti prosesi tabur bunga di titik jatuhnya pesawat, perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/01/2021). (Basarnas)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182 mengikuti prosesi tabur bunga di titik jatuhnya pesawat, perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/1/2021). Saat lakukan tabur bunga yang dimulai pukul 09.30 WIB, isak tangis dari keluarga korban pecah menambah keharuan suasana. Prosesi tabur bunga ini diikuti 37 perwakilan keluarga korban yang bertolak dari dermaga JICT II menuju perairan Kepulauan Seribu diangkut dengan KRI Semarang.

Dalam video prosesi tabur bunga yang didokumentasikan Basarnas, nampak keluarga korban menabur kelopak bunga mawar yang berwarna merah dan putih ke perairan titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dari atas kapal. Terlihat pula seorang pria berbaju batik yang menutup wajahnya menahan rasa haru. Terlihat ia mengusap air matanya dan menatap ke arah lautan.

BACA JUGA:  Seorang Prajurit TNI Yonif 400/BR Gugur saat Baku Tembak dengan Teroris KKB

Acara tabur bunga dilakukan untuk memberi penghormatan terakhir kepada para korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (09/01/2021) lalu itu.

Seperti diketahui pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (09/01/2021), sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Badan SAR Nasional (Basarnas) memutuskan menghentikan pencarian dan evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu setelah melalui 2 kali perpanjangan, Kamis (21/01/2021).

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn.) Bagus Puruhito, mengatakan, dihentikannya operasi SAR gabungan tersebut setelah melakukan evaluasi secara keseluruhan melalui pertemuan dengan keluarga korban dan pertimbangan dari hasil temuan, efektivitas maupun masukan dari unsur terkait lainnya.

"Maka hari ini, Kamis tanggal 21 Januari 2021 pada pukul 16.57 WIB, operasi SAR terhadap kecelakaan pesawat Sriwijaya air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu secara resmi saya nyatakan ditutup atau dihentikan," ucap Bagus di JICT II Tanjung Priok, Kamis (21/01/2021).

BACA JUGA:  Presiden AS Joe Biden Membawa Angin Segar Bagi Dunia Sepak Bola Amerika Serikat

Adapun di hari ke 13 pencarian dan evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182, pada Kamis (21/01/2021) hingga pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan yang melibatkan kekuatan 4.300 personel, 62 kapal laut, dan 15 pesawat telah berhasil menemukan 324 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh korban, serpihan kecil pesawat sebanyak 68 kantong, 55 serpihan besar pesawat, kemudian bagian dari black box berupa Data Flight Recorder (FDR) dan casing dari CVR.

Kemudian, hingga pukul 17.00 WIB, tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Polri, telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 43 korban dan 32 korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga. (yono/tri)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait