Pelaku Pembacokan Ajak Rujuk Korban Setelah Pisah Cerai Tiga Tahun

Kriminal —Jumat, 22 Jan 2021 17:45
    Bagikan:  
Pelaku Pembacokan Ajak Rujuk Korban Setelah Pisah Cerai Tiga  Tahun
N korban pembacokan mantan suaminya tengah terbaring di ruang rawat inap Klinik Anisa dengan di temani anak-anak dari korban (foto: dry)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN

Ikatan rumah tangga antara S (65) warga warga Dusun Karangsari Rt 01/02 Desa Sidamulih dengan N (59) warga Dusun Cibereum Rt 01/09 Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sudah terpisah cerai sejak 3 tahun lalu. 

Namun, akhir-akhir ini S (pelaku,red) yang merupakan mantan suami dari N (korban,red) mengajak N untuk rujuk kembali, namun ajakan S mendapatkan penolakan dari N yang berujung terjadinya pembacokan.

Rusyani salah satu anak dari N (korban,red) mengatakan, pelaku pembacokan yang merupakan mantan suami ibunya itu merasa sakit hati lantaran mendapatkan penolakan pada saat pelaku mengajak rujuk kepada ibunya.

"Ibu saya menolak S (pelaku) yang mengajak rujuk, mungkin dia sakit hati atas penolakan itu sehingga nekat melakukan penganiayaan dengan cara membacok pakai per bekas mobil dan kapak," ujarnya kepada media pada saat ditemui di Klinik Anisa, Jumat (22/01/2021).



Kata dia, antara ibunya N dan si pelaku S sudah pisah cerai yang sudah hampir 3 tahun.

"Mereka sudah cerai lama, ya kurang lebih sekitar 3 tahunan, ibu menolak diajak rujuk pasti ada alasannya," cetusnya.

Dia membeberkan, pelaku melakukan penganiayaan kepada korban, ketika korban sedang wudhu karena mau salat subuh.

"Pelaku nekat melakukan aksinya sekitar pukul 05.00 WIB pada saat ibu saya beranjak keluar dari kamar mandi terus di bacok pakai per bekas mobil dan kapak," ungkapnya.




Akibatnya, sambung dia, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan harus menjalani perawatan tim medis di klinik Anisa.

"Beruntung pada saat kejadian ibu saya teriak minta tolong dan ada warga yang mendengar teriakannya dan akhirnya dibawa kesini (klinik) dengan kondisi bersimbah darah. Luka yang dialami korban bukan hanya di kepala tetapi di bagian dada, tangan juga kaki terdapat luka juga memar,” tutur Rusyani.
 
Sebelumnya diberitakan,  seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial N (59) warga Dusun Cibereum Rt 01/09 Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat harus dilarikan ke Klinik Anisa setelah dibacok mantan suaminya. 



Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus pembacokan itu bermula saat wanita bernama Ningsih (59) itu diduga menolak diajak rujuk oleh pelaku yang merupakan mantan suaminya.

Sampai saat ini pelaku sudah diamankan dan masih dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Sidamulih Polres Ciamis. (dry)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait