Dua Orang Perempuan Mucikari Ditangkap Anggota Reskrim Polres Bogor

Jawa Barat —Jumat, 22 Jan 2021 19:22
    Bagikan:  
Dua Orang Perempuan Mucikari Ditangkap Anggota Reskrim Polres Bogor
Kapolres Bogor, AKBP Harun, bersama Kasubag Humas, AKP Ita, dan anggota Reskrim menggelar perkara pelaku mucikari. (ist/humas)

POSKOTAJABAR, BOGOR. 

Dua orang perempuan mucikari yang menawarkan jasa wanita penghibur melalui aplikasi penginapan Red Doorz, ditangkap anggota Reskrim Polres Bogor, di sebuah vila Megamendung, Puncak Kabupaten Bogor. Kedua pelaku NO (35) dan LS (33), berhasil diamankan dengan cara undercover anggota Reskrim Polres Bogor di dalam suatu ruangan vila daerah Puncak. 

"Sewaktu digrebek pelaku bersama keempat korban  ada di sebuah kamar," ujar Kapolres Bogor, AKBP Harun, didampingi Kasubag Humas,  AKP Ita, kepada wartawan, Jumat (22/01/2021) sore. 

BACA JUGA:  PSBB Proporsional Akan Berlanjut, Satgas Lebih Tegas Mengawasi dan Menindak

Mantan Kapolres Lumajang ini mengatakan, peran kedua pelaku sebagai mucikari atau germo menawarkan wanita cantik melalui aplikasi Red Doorz dengan mengantar ke vila-vila sesuai permintaan dari pelanggan untuk dijual.  "Setelah ada pesanan melalui aplikasi, pelaku membawa para gadis pesanan ke tempat yang diinginkan. Pada waktu undercover di penginapan RMI daerah Megamendung, kedua pelaku berhasil kita tangkap," paparnya. 

Perwira jebolan Akpol 2001 ini mengungkapkan,  peran kedua pelaku NO sebagai mucikari dan LS sebagai pemesan. LS adalah karyawati penginapan. Kerjasama dengan NO, jika ada pesanan menyanggupi diantar ke kamar.

Dari hasil penyelidikan anggotanya, pihak Polres Bogor berhasil mengamankan para korban berstatus saksi yaitu LL (17), SH (24), R (20), IM (21), dan DPS (31). 

"Rata-rata para korban berasal dari Bogor dan Cianjur. Dengan pesanan tarif short time Rp. 500 ribu dan para pelaku NO dan LS ini masing-masing mendapatkan Rp100 ribu per orang," jelasnya. 

BACA JUGA:  Gara-gara Menggadaikan Tablet, AS Aniaya Dua Wanita Pakai Golok

Sementara itu, berdasarkan pengakuan salah satu pelaku LS, penginapan yang sepi di masa pandemi, mendorongnya berbisnis ilegal sebagai  usaha sampingan dalam mendapatkan keuntungan lebih.  Alasan pelaku, sementara ini faktor kebutuhan hidup buat tambah-tambah masukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Dari tangan pelaku disita barang bukti dua buah HP, uang tunai Rp. 2 juta, dua buah kondom merek sutra, dan dua kondom merek Arjoena. Kedua pelaku dikenakan Pasal 2 UU Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang No. 21 Tahun 2007 dan  juga pasal berlapis yaitu Pasal 296 KUHPidana dan 506 KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal 3 Tahun dan Maksimal 15 Tahun penjara.  (angga/tri)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait