Mabes Polri Hanya Mendapat Surat Tembusan Komnas HAM, Hasil Investigasi Enam Laskar FPI Dipegang Presiden

Jawa Barat —Jumat, 22 Jan 2021 20:17
    Bagikan:  
Mabes Polri Hanya Mendapat Surat Tembusan Komnas HAM, Hasil Investigasi Enam Laskar FPI Dipegang Presiden
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono. (Ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Mabes Polri memastikan bahwa pihaknya hanya mendapat surat tembusan saat Komnas HAM menyerahkan rekomendasi ke Presiden Joko Widodo.  Hasil investigasi enam Laskar FPI diserahkan dan dipegang Presiden. Untuk hasil investigasi dari Komnas HAM terkait kasus penembakan enam laskar FPI di Jalan Tol Jakarta - Cikampek itu,  tidak diterima.

"Jadi, Polri menerima surat tembusan. Cuma laporan itu tidak ke Polri. Laporan itu 'kan ke presiden. Hanya Polri ditembuskan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono, Jumat (22/01/2021).

BACA JUGA:  Ketahanan Keluarga Merupakan Fondasi untuk Membangun Benteng dari Pengaruh Narkoba

Rusdi menjelaskan, rekomendasi Komnas HAM hanya diberikan ke Presiden Jokowi dan Menko Polhukam. Namun, isi rekomendasi tersebut bukan rahasia umum lagi. "Itu rekomendasi bukan rahasia lagi, publik sudah tahu semua isi rekomendasi itu apa," kilahnya.

Meski demikian, tim khusus yang dibentuk Kapolri tengah mempelajari dan mendalami rekomendasi Komnas HAM, terkait bentrokan berdarah hingga enam laskar FPI tewas di KM 50 Jalan Tol Jakarta Cikampek.

Adapun tim khusus itu terdiri dari Bareskrim Polri, Divisi Hukum Polri, dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Tim masih bekerja untuk mempelajari kesimpulan dan rekomendasi dari Komnas HAM, serta bagaimana polri bersikap. 

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengatakan alasan pihaknya tidak menyerahkan laporan investigasi ke Polri karena sudah diserahkan ke Presiden Joko Widodo melalui pertemuan yang berlangsung di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (14/01/2021).

BACA JUGA:  Tim SAR Gabungan Cari Nelayan yang Diduga Terjatuh di Perairan Kapetakan Kabupaten Cirebon

"Presiden akan memberikan arahan yang jelas kepada Kapolri, untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM. Itu yang kami sebut tadi sebagai proses hukum di peradilan pidana nanti," ucapnya.

Dalam temuan Komnas HAM menyimpulkan, pelanggaran HAM yang dilakukan oleh kepolisian tersebut berupa unlawful killing atau perampasan hak hidup dengan cara kekerasan dan kekuatan berlebihan dalam penegakan hukum.  Namun disebutkan, enam anggota FPI meninggal dunia dalam dua peristiwa yang berbeda, meski masih dalam satu rangkaian. (ilham/win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait