Penambahan Kasus Positif Covid-19 Kian Mengkhawatirkan, Penularan di Tengah Masyarakat Semakin Tinggi

Jawa Barat —Jumat, 22 Jan 2021 20:34
    Bagikan:  
Penambahan Kasus Positif  Covid-19 Kian Mengkhawatirkan, Penularan di Tengah Masyarakat Semakin Tinggi
Juru Bicara Penanganan Covid-19, dr. Reisa Brotoasmoro. (ist)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Penularan Covid-19 di tengah masyarakat semakin tinggi. Hal tersebut, terlihat dari penambahan kasus positif yang kian mengkhawatirkan. Perhari Jumat (22/1/2021) ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 13.632 orang. Sehingga, secara nasional mereka yang terinfeksi sudah mencapai 965.283 orang.

Demikian data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 perhari Jumat (22/01/2021). Satgas juga meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir) untuk menghindari penularan Covid-19.

BACA JUGA:  Mabes Polri Hanya Mendapat Surat Tembusan Komnas HAM, Hasil Investigasi Enam Laskar FPI Dipegang Presiden

Sementara itu, secara kumulatif pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 8.357 orang. Sehingga, jumlahnya menjadi 781.147 orang. Jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 juga bertambah sebanyak 250 orang. Sehingga secara keseluruhan pasien yang wafat sudah mencapai 27.453 orang. Hingga Jumat (22/01/2021)  pemerintahm juga telah memeriksa 8.638.162 spesimen Covid-19 dari 5.770.517 orang.

Juru Bicara Penanganan Covid-19, dr. Reisa Brotoasmoro, menjelaskan, tingkat penularan Covid-19 masih tinggi di masyarakat. "Untuk kasus aktif kita pertanggal 22 Januari mencapai lebih dari 150 ribu pasien dari total 965.283 orang yang terkonfirmas Covid-19," terang dr. Reisa dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta (22/01/2021)  yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.

Dr. Reisa mengungkapkan, dengan peningkatan kasus positif Covid-19 tersebut, tentu akan mempengaruhi dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit. "Sebab, rumah sakit sekarang ini sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan. Rasio pemanfaatan ruang ICU dan tempat isolasi makin tinggi yaitu lebih dari 60 persen dari tempat yang tersedia," tutur dr. Reisa.

BACA JUGA:  Ketahanan Keluarga Merupakan Fondasi untuk Membangun Benteng dari Pengaruh Narkoba

Dia juga menyampaikan informasi, terkait ketersediaan ruangan di rumah sakit dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 di tengah masyarakat. "Di Yogyakarta sudah mencapai 76 persen, Jawa Barat 73 persen, Banten 72 persen, Kalimantan Timur 69 persen, Sulawesi Tengah 68 persen, Bali 68 persen, Jawa Timur 67 persen, dan Jawa Tengah 65 Persen," ujar dr Reisa.

Sedangkan untuk DKI Jakarta, lanjut Reisa, sudah lebih dari 80 persen. Ia mengatakan, memang pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ruang intensif atau ICU di rumah sakit. "Namun, menambah berbagai ruangan di rumah sakit bukan jawaban yang tepat. Tidak dirawat sama sekali adalah jawaban yang tepat," kilah dr. Reisa. (johara/tha)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait