Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 17 Kali ke Krasak dan Boyong, Warga Dihimbau Waspada

Jawa Barat —Sabtu, 23 Jan 2021 10:54
    Bagikan:  
Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 17 Kali ke Krasak dan Boyong, Warga Dihimbau Waspada
(foto : ABC News)

POSKOTAJABAR, YOGYAKARTA.

Gunung berapi teraktif di Indonesia, Gunung Merapi, kembali luncurkan lava pijar lebih dari 10 kali pada Sabtu (23/1/2021) WIB.

Dikutip dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) mereka mencatat selama periode pukul 00.00 WIB-06.00 WIB telah terjadi 17 kali guguran lava pijar sejauh 300-500 meter ke arah barat daya hulu sungai Krasakdan Boyong.

 

BACA JUGA : Rumah Ambruk Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tasikmalaya.

 

BPPTKG juga mencatat gempa guguran sebanyak 24 kali, dengan amplitudo 4-23 mm, selama 18.3-84.8 detik dan gempa hembusan 4 kali dengan amplitudo 4-6 mm, Durasi : 12.4-18.4 detik.

Asap kawah Gunung Merapi teramati yang berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 metere di atas puncak kawah.

Angin bertiup tidak kuat hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 13-19 °C, kelembaban udara 65-91 %, dan tekanan udara 567-687 mmHg.

“Secara visual gunung jelas dan secara meterologi cuaca cerah,” kata petugas penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi BPPTKG, Triyono, Sabtu (23/1/2021) pagi WIB.

 

BACA JUGA : Mayat Laki-laki di Atas Bebatuan Sungai Cideres Gegerkan Warga Cipalegor Tasikmalaya

 

Sedangkan, Jumat (22/1/2021) pada pukul 18.00 WIB-24.00 WIB, juga teramati guguran lava pijar sebanyak 12 kali dengan jarak luncur 300-600 meter ke barat daya hulu sungai Krasak dan Boyong. Gempa guguran sebanyak 34 kali dengan amplitudo 4-15 mm, dengan durasi : 17.8-62.8 detik dan gempa hybrid atau fase banyak 2 kali dengan amplitudo 3-4 mm, S-P : 0.3-0.4 detik, selama 6.5-7.1 detik.

“Tingkat aktivitas Gunung Merapi Level III atau siaga,” katanya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal hingga 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

“Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” jelasnya. (dwa)

Editor: Dikki
    Bagikan:  


Berita Terkait