Senat Amerika Serikat Tetapkan Lloyd Austin Sebagai Menteri Pertahanan Kulit Hitam Pertama

Jawa Barat —Sabtu, 23 Jan 2021 11:39
    Bagikan:  
Senat Amerika Serikat Tetapkan Lloyd Austin Sebagai Menteri Pertahanan Kulit Hitam Pertama
Lloyd Austin yang merupakan alumni perang Irak dan Afghanistan terpilih menjadi Menteri Pertahanan kulit hitam pertama Amerika Serikat. (foto:military.com)


POSKOTAJABAR, WASHINGTON.

Senat Amerika Serikat (AS) meloloskan Lloyd Austin yang merupakan seorang pensiunan jenderal militer itu sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat dalam pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden. Lloyd Austin mencetak sejarah sebagai Menhan kulit hitam pertama dalam sejarah AS.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (23/1/2021), voting yang digelar Senat AS pada Jumat (22/1/2021) waktu setempat menunjukkan 93 Senator mendukung dan hanya dua Senator yang menolak. Kedua Senator yang menolak berasal dari Partai Republik.

 

BACA JUGA : Seorang Petani di Pangandaran Bacok Mantan Istri Gegara Menolak Diajak Rujuk

 

Dalam gelar voting tersebut, kebanyakan Senator dari kedua partai Partai Demokrat dan Partai Republik menyatakan mereka senang bahwa Austin akan memimpin Pentagon atau Departemen Pertahanan AS hanya dua hari setelah Joe Biden dilantik sebagai presiden Amerika Serikat.

Saat masa transisi kekuasaan sempat terhalang oleh mantan Presiden Donald Trump yang bersikeras menyatakan dirinya menang pilpres, para politikus Partai Demokrat dan beberapa politik Partai Republik mendorong agar Senat AS sesegera mungkin menetapkan tim keamanan nasional yang ditunjuk oleh Joe Biden.

 

BACA JUGA : Mayat Laki-laki di Atas Bebatuan Sungai Cideres Gegerkan Warga Cipalegor Tasikmalaya

 

 

Siap Hadapi Tantangan dan Persaingan

Senator dari Partai Demokrat, Jack Reed, yang akan memimpin Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS menekankan bahwa AS menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi Covid-19 hingga persaingan dengan negara rival seperti China dan Rusia.

"Jenderal Austin merupakan pemimpin yang sangat berkualitas dengan karier yang panjang dan terhormat di militer AS," ujar Reed sebelum voting penetapan digelar.

"Kita memiliki China dan Rusia di luar sana dengan kemampuan yang kita tidak benar-benar percaya akan kita hadapi," timpal Senator Republikan, James Inhofe, yang juga mendukung penetapan Austin.

Pada Kamis (21/1/2021) waktu setempat, para anggota Kongres AS secara bulat menyetujui waiver untuk mengizinkan Austin memimpin Pentagon meskipun dia belum genap 7 tahun usai pensiun dari militer.

 

 

 

Alumni Perang Irak dan Afghanistan

Lloyd Austin (67) yang merupakan pensiunan jenderal bintang empat dikenal sebagai veteran untuk konflik Irak dan Afghanistan. Dia juga pernah memimpin pasukan AS dalam misi di Baghdad tahun 2003 dan pernah menjabat sebagai Kepala Komando Pusat AS.

Lloyd Austin pensiun dari militer pada tahun 2016, dan bergabung dengan Dewan Direktur Raytheon Technologies, salah satu kontraktor terbesar Pentagon. (dwa)

Editor: Dikki
    Bagikan:  


Berita Terkait