KNKT Selidiki Autothrottle Sriwijaya Air SJ182, Benarkah Penyabab Jatuhnya Pesawat?

Jawa Barat —Sabtu, 23 Jan 2021 13:38
    Bagikan:  
KNKT Selidiki Autothrottle Sriwijaya Air SJ182, Benarkah Penyabab Jatuhnya Pesawat?
Penemuan Black Box. foto poskota

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Misteri Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182, sedikit demi sedikit terpecahkan. KNKT saat ini melakukan penyedikan terhadap Autothrottle yang diduga tidak berfungsi ketika pesawat Sriwijaya lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta. 

Sistem autothrottle berfungsi mengontrol tenaga mesin pesawat secara otomatis. 

BACA JUGA : Korban Banjir dan Longsor Cisarua Terima Bantuan dari Karang Taruna Cempaka Blok X Citra Indah

Penyelidik Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) Nurcayho Utomo mengatakan masalah dengan sistem autothrottle Boeing 737-500 dilaporkan setelah penerbangan beberapa hari sebelumnya.

"Ada laporan kerusakan pada autothrottle beberapa hari sebelumnya kepada teknisi di log perawatan, tapi kami tidak tahu apa masalahnya," katanya kepada Reuters, Jumat (22/1/2021).

"Jika kami menemukan CVR (perekam suara kokpit), kami dapat mendengar diskusi antar pilot, apa yang mereka bicarakan dan kami akan tahu apa masalahnya."

Masih belum jelas apakah masalah dengan sistem autothrottle berkontribusi pada kecelakaan itu, kata Utomo, menambahkan dia tidak dapat mengingat masalah lain yang diangkat dalam catatan pemeliharaan.

Dapat diterima jika pesawat terbang dengan sistem autothrottle yang tidak berfungsi karena pilot dapat mengendalikannya secara manual, katanya.

BACA JUGA : Seorang Petani di Pangandaran Bacok Mantan Istri Gegara Menolak Diajak Rujuk

Sriwijaya mengaku belum bisa mengomentari soal teknis yang menyangkut penyidikan sebelum ada pernyataan resmi KNKT. Laporan pendahuluan diharapkan akan dikeluarkan dalam waktu 30 hari setelah kecelakaan itu, sesuai dengan standar internasional.

Reuters menyebaut, Wall Street Journal (WSJ) pada hari Kamis melaporkan data FDR menunjukkan sistem autothrottle tidak beroperasi dengan baik di salah satu mesin pesawat saat naik saat berangkat dari Jakarta.

Alih-alih mematikan sistem, FDR mengindikasikan pilot mencoba untuk membuat throttle yang macet berfungsi, kata WSJ. Itu bisa menciptakan perbedaan tenaga yang signifikan antar mesin, membuat jet lebih sulit dikendalikan. (RIN)


Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait