Ungkapan Keluarga Korban Ketika Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Jawa Barat —Sabtu, 23 Jan 2021 15:18
    Bagikan:  
Ungkapan Keluarga Korban Ketika Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182
Ungkapan Keluarga Korban, Ketika Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Seorang keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tidak dapat membendung rasa sedih dan putus asa ketika mengikuti tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, Jumat (22/1/2021). Heri teringat wajah kakaknya yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut. 

Kesedihan tidak hanya dirasakan Heri, keluarga korban yang tewas dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air pada 9 Januari menangis dan melemparkan kelopak bunga merah dan putih ke laut pada hari Jumat setelah kapal angkatan laut Indonesia membawa mereka ke lokasi di Laut Jawa di mana orang yang mereka cintai tewas.

BACA JUGA : Mayat Laki-laki di Atas Bebatuan Sungai Cideres Gegerkan Warga Cipalegor Tasikmalaya

Dikutip dari Reuters, Tim Pencarian Sriwijaya Air pada Kamis menghentikan pencarian korban, tetapi mengatakan pencarian akan berlanjut untuk mencari perekam suara kokpit (CVR) pesawat naas tersebut.

“Saya teringat wajah kakak saya saat saya melempar bunga,” kata Heri Purnomo, almarhum kakaknya Nurkholid Fatil Amin, ayah dua anak. Air mata terus mengalir, seolah-olah wajahnya terpantul dari permukaan laut.

Selama operasi pencarian dan penyelamatan di salah satu bencana penerbangan terburuk di Indonesia, penyelam mengambil puing-puing pesawat dan sisa-sisa korban, yang telah dibawa ke rumah sakit polisi untuk identifikasi DNA.

"Kami berharap dari bagian tubuh yang telah ditemukan mereka dapat mengidentifikasi saudara kami," kata Heri kepada wartawan. “(Jadi) kita bisa bawa jenazahnya untuk dimakamkan di Pontianak.”

BACA JUGA : Seorang Petani di Pangandaran Bacok Mantan Istri Gegara Menolak Diajak Rujuk

Chief Executive Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena, yang juga berada di kapal angkatan laut, mengatakan seluruh maskapai sangat sedih dengan kecelakaan itu.


“Kami juga kehilangan keluarga di Sriwijaya Air Group. Saya pribadi sangat terpukul dengan kejadian ini, ”katanya, seraya menyebut maskapai tersebut telah berjanji untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Menteri Transportasi Indonesia Budi Karya Sumadi mengumumkan pada hari Rabu bahwa keluarga tersebut akan menerima 1,25 miliar rupiah per keluarga yang tewas dalam kecelakaan itu.

Saat ini KNKT sedang menyelidiki apakah ada masalah dengan Boeing Sistem autothrottle 737-500, yang mengontrol tenaga mesin secara otomatis, berkontribusi pada kecelakaan fatal tersebut. (RIN)

Editor: Ririn
    Bagikan:  


Berita Terkait