Densus 88 Membekuk LimaTerduga Teroris Jaringan Bom Polrestabes Medan

Jawa Barat —Sabtu, 23 Jan 2021 21:22
    Bagikan:  
Densus 88 Membekuk LimaTerduga Teroris Jaringan Bom Polrestabes Medan
Terduga teroris yang ditangkap di Lampung, diangkut ke Jakarta untuk diinterogasi oleh Densus 88. (ist.).

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror telah membekuk lima orang terduga teroris, terkait pengungkapan teroris di Aceh. Diduga kelimanya terlibat dalam jaringan Bom Polrestabes Medan. Dari lima orang itu, dua di antaranya diamankan di Blang Bintang, Aceh Besar pada Rabu (20/01/2021) sekira pukul 19.45 WIB. 

Kemudian pada Kamis (21/01/2021) sekira pukul 10.00 WIB, petugas berhasil mengamankan satu terduga teroris di Ulee Kareng, Banda Aceh serta pada hari yang sama sekira pukul 20.00 WIB, 2 terduga teroris lagi berhasil diamankan di Langsa.

"Penangkapan tersebut berlangsung di empat lokasi terpisah," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, dalam keterangannya, Sabtu (23/01/21).

BACA JUGA:  Kota Manado Kembali Dilanda Banjir, Tiga Orang Meninggal dan Satu Orang Hilang

Empat lokasi tersebut adalah Jalan Blang Bintang, Krueng Raya, Kecamatan Blang Bintang, dan Aceh Besar. Densus 88 berhasil mengamankan inisial RA (41) warga Langsa Kota dan inisial SA alias S (30) warga Banda Baro, Aceh Utara.

Selanjutnya, di Pasar Simpang 7 Ulee Kareng, Kecamatan Ulee Kareng petugas Densus 88 berhasil mengamankan terduga teroris berisial UM alias AZ alias TA (35). Densus 88 juga kembali berhasil mengamankan berisial SJ alias AF (40) di Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa dan inisial MY (46) di Birem Puntong, Kec. Langsa Baro, Kota Langsa.

"Kelima terduga teroris ini diduga terlibat dalam jaringan Bom Polrestabes Medan, dan juga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau," ucap Winardy. 

Dikatakan, mereka juga berencana membuat bom yang akan digunakan untuk aksi teror di wilayah Aceh, serta berencana berangkat ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS.

Dari para tersangka polisi menyita beberapa bahan pembuat bom, yakni 1 kg pupuk kalium nitrat, 250 gram The Organic Stop Actived Charcoal (bubuk arang aktif), dan 1 botol (2000 pcs) peluru gotri silver cosmos 6 mm. Lantas, beberapa potongan pipa besi sebagai alat pembuatan dan isi bom, serta beberapa dokumen yakni buku catatan sebagai penyampaian pesan yang berisi ancaman terhadap TNI/Polri, pemerintah pusat, dan pemerintah Aceh.

“Paspor-paspor milik terduga teroris juga ditemukan untuk melaksanakan hijrah ke Khurasan, Afghanistan. Beberapa buku kajian ISIS dan Tauhid serta Compact Disk dan Falsh Disk," jelas Winardy. 

BACA JUGA:  Delapan Kelurahan di Kota Bandung Jadi Contoh Bersinar, Kolaborasi Pemkot dengan BNN

Selain itu, juga diamankan 4 handphone yang digunakan terduga teroris untuk berkomunikasi dengan jaringan dan kelompok teror. Termasuk alat-alat digunakan dalam proses idad (latihan fisik persiapan aksi teror) berupa samsak tinju, besi dan busur panah, serta beberapa barbel besi.

"Para terduga teroris saat ini masih proses pemeriksaan di Polda Aceh dan selanjutnya akan dibawa ke Mabes Polri Jakarta," tutur Winardy. (Ilham/win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait