Petani Jahe di Langkaplancar Pangandaran Pilih Panen Lebih Awal Daripada Busuk Akibat Cuaca Ekstrem

Jawa Barat —Minggu, 24 Jan 2021 09:42
    Bagikan:  
Petani Jahe di Langkaplancar Pangandaran Pilih Panen Lebih Awal Daripada Busuk Akibat Cuaca Ekstrem
Dain petani Jahe asal Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar yang memanen tanaman jahenya lebih awal untuk menghindari kebusukan yang diakibatkan dari faktor cuaca (foto: dry)

POSKOTAJABAR,PANGANDARAN.

Karena cuaca ekstrim dengan seringnya turun hujan deras yang hampir setiap hari mengakibatkan tanaman jahe mati dan membusuk. Guna menghindari dari kerugian yang lebih parah, maka petani Jahe di Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terpaksa memanen tanaman jahe lebih awal.

Salah seorang petani jahe asal Desa Langkaplancar Dain mengaku, untuk menghindari kerugian yang disebabkan banyaknya tanaman jahe yang busuk, maka tanaman jahe miliknya dipanen lebih awal.

"Khawatir mati dan membusuk, mending dipanen lebih awal walaupun usia tanam belum tua karena masih masa perkembangan," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Sabtu (23/01/2021).



Kata dia, banyak petani jahe di Langkaplancar yang mengeluh akibat tanaman jahenya membusuk disebabkan karena tanah terlalu lembab akibat hujan yang turun setiap hari.

"Kendati panen lebih awal. Namun pasar masih ada yang mau menerima jahe yang usianya belum tua, dan harganya juga lumayan tinggi mungkin karena pasokan yang masih langka," katanya.




Dain mengaku, harga jahe gajah dipasaran saat ini mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogramnya.

"Sementara untuk harga jahe merah dikisaran Rp. 50.000 sampai Rp.60.000 per kilogramnya," tuturnya. 

Guna mengatasi kesulitan mencari benih buat musim tanam tahun berikutnya, dia menyarankan, para petani jahe agar tidak menjual semua hasil panennya.

"Alangkah baiknya disisakan untuk benih, agar tidak kesulitan benih bila tiba musim tanam berikutnya," pungkasnya. (dry)




Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait