Satpol PP Kota Sukabumi Mencatat 216 Pelanggaran Protokol Kesehatan

Jawa Barat —Senin, 25 Jan 2021 06:34
    Bagikan:  
Satpol PP Kota Sukabumi  Mencatat 216 Pelanggaran Protokol Kesehatan
Kasi Pembinaan pengawasan dan penyuluhan, Satpol PP Kota Sukabumi, Wawan, saat melakukan penindakan terhadap pelanggar prokes. (foto:hendra)

POSKOTAJABAR,SUKABUMI.

Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 216 pelanggaran perotokol kesehatan (prokes) yang dilakukan masyarakat sejak memasukiki awal tahun 2021.

Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Sukabumi, Wawan, merincikan,  216 pelanggar prokes tersebut terdiri dari  200 orang   merupakan masyarakat dan 16 lainnya merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL)

"Artinya, kita tidak hanya mengedukasi masyarakat, pedagang pun kita edukasi," ujar Wawan, saat dihubungi melalui sambungan selillar oleh waryawan, Minggu (24/01/2020).


BACA JUGA  : Dua Wisatawan Terseret Ombak Pantai Jayanti, Satu Dalam Pencarian


Wawan menjelaskan, penindakan terhadap masyarakat pelanggar  prokes tersebut berdasa pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Sukabumi  nomor 36 tahun 2020 tentang Pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran protokol Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian covid-19. Namun, di awal tahun 2021 ini pihaknya belum memberikan sanksi administratif terhadap pelanggar, melainkan baru sanksi sosial berupa bersih - bersih, olah raga, dan berdoa.

"Hingga sejauh ini kami belum memberikan sanksi admistrasi, karena ada beberapa tahapnya. Misalnya terdapat warga yang beberapa kali terjaring makan akan diberikn sanksi admistrasi," kata dia.


BACA JUGA :Cerita Heroik Korps Marinir TNI AL Bantu Pengungsi Gempa Sulawesi Barat Melahirkan di Tenda Darurat



Terkait penegakan  protokol kesehatan di hotel, cafe, dan beberapa toko swalayan hingga, lanjut Wawan, sejuah ini masih tetpantai sudah mematuhinya. Termasuk dengan penerapan jam operasional.

"Untuk perhotelan, Cafe dan toko swalayan lainnya itu sebetulnya wewenang dari dinas terkait, namun apabila terdapat pelanggaran protokol kesehatan makan akan memberikan rekomendasi pada kita untuk ditindak," pungkasnya. (Hendra)



BACA JUGA : Ajang Adu "Bagong" di Pangadaran Dibubarkan Aparat Gabungan

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait